Sunday, September 25, 2011

17 Orang Luka Akibat Bom Bunuh Diri di GBIS Kepunton



Dari 17 korban luka itu, 13 diantaranya dirawat jalan. Delapan orang mengalami luka-luka akibat bom bunuh diri dibawa ke Rumah Sakit Dr Oen di Kandang Sapi, Solo. Lima orang diharuskan menjalani rawat inap dan sisanya berobat jalan.

Adapun ke 17 korban mengalami luka yang beraneka ragam. Mulai dari yang luka di bagian tangan, wajah, hingga kepala. 

Kepala Divisi Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Djihartono, mengatakan pihaknya tengah melakukan Disaster Victim Indentification (DVI). Oleh kerenanya. Djihartono belum bisa memberi keterangan mengenai ciri-ciri, umur, maupun jenis ledakan yang dihasilkan.

Namun, seorang saksi mata memperkirakan usia pelaku sekitar 20-30 tahun. Ia mengenakan topi dan kaca mata. Sebelum ledakan, ia terlihat mondar-mandir di depan gereja. Posisi pelaku berada di dekat pintu masuk gereja. Saat ini, 

Ada kemungkinan jenazah pelaku akan dibawa ke Semarang. "Kemungkinan akan dibawa ke RS. Bhayangkara Semarang. Namun ini masih menunggu informasi lebih lanjut," katanya.

Bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, terdengar hingga radius 500 meter. Suara ledakan juga mengejutkan para penumpang di Stasiun Kereta Api jebres dan menimbulkan kepanikan. 

Ungkapan bela sungkawa bagi korban ledakan bom di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Kepunton, Jebres, Surakarta Jawa Tengah membanjir melalui situs jejaring sosial. Warga Twitter mengutuk pelaku pemboman dan berdoa bagi para korban. 

Jurnalis senior Gunawan Mohamad dalam akunnya, @gm_gm menyatakan pelaku merusak kerukunan di negeri ini. "Siapapun yg merancang dan melaksanakan bom di Gereja di Solo itu, dampaknya ialah rusaknya sikap menerima perbedaan," ujarnya. 

Sedang ahli hukum Iwan Piliang meminta masyarakat untuk tidak melihatnya sebagai serangan terhadap agama. Selain mengutuk aksi itu, ia menuliskan opininya melalui @IwanPiliang, "Please, jangan dilihat serangan terhadap agama, ini lebih ke laku orang tak singkron antara hati dan benak."

sedang penyanyi melanie Subono dan politisi Pramono Anung melihat aksi itu sebagai buah kerja seorang pengecut. Dalam akun @melanie subono, anak promotor Adrie Subono ini menulis, "Buat yang ngeledakin bom d'Gereja Keputon Solo .... Pengecut!"

Sedang Pramonon dalam @pramonoanung menuliskan, "Bom bunuh diri di gereja kepunton solo suatu tindakan yg konyol dan pengecut."

Seorang warga Twitter melihat dari perspektif berbeda. Ia mencurigai peledakan bom ini sebagai sebuah upaya pengalihan isu.



No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.