Tuesday, September 27, 2011

Api Berkobar di Bendungan Hilir

Kebakaran di Bendungan Hilir

Jakarta sebagai ibukota semestinya menjadi proyek percontohan penataan pemukiman penduduk. Apapun alasannya, Jakarta harus menjadi surga bagi semua orang tidak terkecuali pendatang baru yang terus berdatangan seusai musim mudik lebaran. Setiap orang datang membawa sejuta harapan di hatinya, walau kadang harus tinggal di kawasan kumuh dan sempit tanpa ruang gerak yang memadai tapi padat penduduk.

Jakarta memang bukan segalanya, tapi Jakarta dengan pesonanya mampu menyihir setiap orang untuk berani memasang taruhan yang besar di meja putar perjudian kehidupan. Ketika roda berputar, menempatkan si kaya berada di atas dan si miskin berada di bawah. Nasib sial akan merenggut semua yang tersisa bagi mereka yang berada di bawah, dan cuma menyisakan setetes air mata.

Seperti yang terjadi ketika puluhan rumah hangus terbakar saat terjadi musibah kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Gang Beringin RT 06 dan 07, Bendungan Hilir, Jakarta, Selasa (27/9). Banyak yang mendadak kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kehilangan yang cukup besar bagi orang-orang dengan posisi roda di bawah. Semoga tidak kehilangan harapan, itu yang utama.

Memang tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,  namun seorang warga dan dua orang pewarta foto dari harian Jurnal Nasional bernama Desmunyoto P. Gunadi dan harian Tempo Tony Hartawan mengalami luka akibat terkena puing bangunan yang roboh. Atau korban lain akan segera teridentifikasi? Jangan, itu sudah terlalu banyak Jakarta!

Seorang warga panik ketika terjadi kebakaran


Warga panik ketika terjadi kebakaran 

Petugas dan warga berusaha memadamkan api 

Petugas dan warga berusaha memadamkan api 

Petugas memberikan pertolongan kepada dua pewarta foto 


1 comment:

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.