Saturday, September 17, 2011

Bangkitnya Para Perempuan Pemimpin Negara


Denny Armandhanu 



 Presiden Brazil Dilma Rousseff (AP Photo/Eraldo Peres)


VIVAnews - Peran perempuan di politik dunia makin kuat belakangan ini. Di sejumlah negara, kaum wanita menempati posisi, termasuk menjadi kepala pemerintahan. Per September 2011 tercatat sudah lima perempuan diangkat sebagai pemimpin negeri di berbagai negara.

Terbaru, Kamis 15 September 2011, Partai Sosial Demokrat Denmark yang mengusung wanita 45 tahun, Helle Thorning-Schmidt memenangkan pemilihan umum tahun ini. Tak lama lagi dia segera didaulat menjadi perdana menteri.

Bukan orang baru di perpolitikan Denmark, Thorning-Schmidt, terkenal gigih memperebutkan posisi itu. Sebelumnya, pada 2007, dia dikalahkan oleh Anders Fogh Rasmussen dalam bursa pemilihan PM. Pada 1999, wanita lulusan European College di Belgia ini pernah menjabat anggota parlemen Denmark. Barulah setelah dia menggalang koalisi dengan beberapa partai kiri, dia berhasil memenangkan hati rakyat. 

Sebelum Thorning-Schmidt, warga Thailand terlebih dulu mengangkat perempuan sebagai kepala negara pada 8 Agustus 2011. Adik kandung pemimpin terguling Thailand Thaksin Shinawatra, Yingluck Shinawatra, dari Partai Pheu Thai menang telak dari Partai Demokrat pimpinan PM sebelumnya Abhisit Vejjajiva dengan 94 persen suara. 

Berbeda dengan Thorning-Schmidt, wanita cantik berusia 44 tahun ini tidak pernah terjun ke dunia politik sebelumnya. Yingluck memiliki dua gelar dari universitas Thailand dan Amerika Serikat ini sebelumnya adalah direktur pelaksana sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Thailand. 

Hal ini sempat menjadi cemoohan kalangan pengamat maupun oposisi. Meraka mengatakan Yingluck hanyalah boneka yang digerakkan Thaksin dari tempat persembunyiannya. 


Sebelum dua wanita ini, ada tiga wanita lain menjabat kepala pemerintahan. Yang terkenal adalah Presiden Dilma Rousseff dari Brasil yang diangkat pada awal tahun ini. Sebelum menjabat Presiden, Rousseff adalah wanita pertama menjabat kepala staf kepresidenan Brasil. 

Perjalanan karir Rousseff menuju puncak penuh kekerasan. Wanita penganut paham kiri ini pernah ditahan, dan disiksa selama dua tahun karena terlibat dalam aksi kudeta terhadap kepemimpinan diktator militer pada 1970.

Dua pemimpin wanita lainnya yang diangkat pada 2011 adalah Presiden Micheline Calmy-Rey dari Swiss dan Perdana Menteri Prime Minister Rosario Fernández dari Peru.

Sumber: VIVA NEWS

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.