Saturday, September 17, 2011

Bukan Asal Bicara


Bukan Salah Rok Mini



Pejabat publik di Indonesia tak pernah kehabisan pernyataan kontroversial. Yang baru terjadi adalah pernyataan dari Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atas sebuah kasus pemerkosaan terhadap seorang karyawati di angkutan umum. Ia meminta agar kaum perempuan yang menggunakan sarana transportasi angkutan umum saat berpergian hendaknya tidak mengenakan rok mini guna mencegah menjadi korban tindak asusila.

Bukan hanya rok mini. Celana pendek jadi sasaran berikutnya. Ia meminta agar para kaum hawa yang mengendarai sepeda motor agar tidak menggunakan celana pendek yang ketat. "Ini sudah naik motor, pakai celana pendek ketat. Yang nyupir di belakangnya kan bisa goyang-goyang," ucapnya. 

Bahwa pernyataan seperti ini datang dari seseorang dengan tingkat pendidikan yang cukup istimewa (Fauzi Bowo mendapat gelar Doktor dari Universitas Kaiserlautern, Jerman di bidang Perencanaan Kota dan Wilayah) sukar dipahami. Lebih mengherankan lagi ketika menyadari bahwa pernyataan yang memojokkan ini datang dari seorang pemimpin daerah yang sepatutnya melindungi penduduk kotanya dari berbagai tindak kejahatan. 

Fauzi Bowo seharusnya sadar bahwa inti masalahnya adalah keamanan kota, bukan pakaian seseorang. Toh korban pemerkosaan dalam kasus ini sedang tidak memakai rok mini atau celana pendek saat kejadian. Jadi di mana logika pernyataan Foke tersebut, ketika pakaian 'normal' pun sudah tidak mempan melindungi korban pemerkosaan. Dan selagi kita membicarakan pakaian, pemerkosaan juga tidak disebabkan oleh cara berjalan seorang perempuan, cara dia merias wajah, cara dia bertingkah atau bicara, atau karena dia tidak hati-hati. 


Sumber: Yahoo!

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.