Sunday, September 18, 2011

Di Jerman, Memaki "Babi Tua" Denda Rp30 Juta



Pemberitaan sepak bola Indonesia akhir-akhir beberapa watu lalu  tak terlepas dari sikap cuci tangan pelatih Timnas Indonesia Wim Rijsbergen. Usai menelan kekalahan dua kali secara beruntun, banyak pihak menilai pelatih asal Belanda tersebut dianggap tidak layak menukangi pasukan Garuda Merah Putih lagi.

Berbagai saksi mengemukakan bahwa pelatih Wim menghina pemain saat turun minum melawan Bahrain. Pelatih Wim sempat berteriak kepada para pemain 'fuck you all'. Pelatih Wim pun melanjutkan hardikannya, 'If you don't play better in the second half, I will kick all of you out'. [Apabila kalian tidak bermain baik di babak kedua saya akan tendang kalian semua dari tim ini]'. Memaki pemain di istirahat babak pertama adalah sebuah hal yang sulit diterima, itu layaknya pemain yang melakukan tekel dari belakang.

Terbukti kebenaranya bahwa Mulutmu adalah harimaumu. Seorang penulis cerita anak-anak yang memaki-maki ketika pesawat penerbangan ditunda, akhirnya diturunkan dari pesawat. Menurut Manajemen Atlantic Southeast Airlines, Robert Sayegh (37) terlalu reaktif kembali mengumbar kata-kata makian ketika diminta polisi turun dari pesawat yang dinaikinya di Bandara Detroit Metro.

Hati-hatilah bicara  jika punya kebiasaan buruk memaki orang, terutama Anda harus berhati-hati jika sedang berada di Jerman. Bisa jadi kantong Anda langsung kempis. Sebab, di negara itu, memaki bisa dikenakan denda besar. 

Denda sebesar 500 hingga 2.000 euro (Rp6 juta hingga 24 juta) bakal dikenakan bagi siapapun yang ketahuan memaki. Nilainya, bahkan bisa jadi lebih besar. 

Dilansir WorldCrunch, besaran denda ditentukan dari seberapa kasar makian yang dilontarkan. Mengumpat dengan "babi tua"--yang dianggap sebagai bentuk makian paling kasar di negara itu--bisa didenda 2.500 euro atau sekitar Rp30 juta. 

Makian lain yang dianggap lebih halus, semisal "angsa konyol" atau "sapi bodoh" hanya dijatuhi denda 300 euro atau Rp3,6 juta. Kenapa disebut halus, karena umpatan itu tidak melibatkan babi.

Tak hanya secara verbal, makian dalam bentuk gestur atau bahasa tubuh juga diancam denda besar, bahkan bisa lebih mahal. Besaran denda ditentukan berdasarkan besarnya pendapatan seseorang. Jika pendapatan bersih seseorang diasumsikan sebesar 1.500 euro (Rp18 juta), maka denda yang dikenakan bisa berkisar antara 1.000 hingga 1.500 euro atau Rp12 juta hingga 18 juta.

Jika seseorang kedapatan mengejek orang lain "gila" dengan menempelkan telunjuk di kepala, ia diancam denda sebesar setengah gajinya sebulan. Dan jangan coba-coba mengacungkan jari tengah pada orang lain. Akibatnya fatal. Kelakuan itu dianggap sebagai bentuk penghinaan paling parah dan dijamin akan membuat rekening pelaku jebol.

Australia juga akan memberlakukan undang-undang yang akan memberikan kekuasaan kepada polisi untuk menjatuhkan denda kepada orang yang memaki-maki. Berdasarkan peraturan di negara bagian Victoria, Australia selatan, para pelanggar akan didenda sekitar AS$250 bila mengucapkan kata-kata yang dianggap tidak baik atau menyinggung perasaan.

Kebijakan ini ditentang oleh para peneliti maledictologists--ilmuwan yang khusus meneliti makian. Menurut mereka, memaki adalah bentuk pelepasan amarah dan dapat mengurangi stres. Peneliti dari Keele University, Inggris, melakukan eksperimen di mana subyek tes diminta memasukkan tangan ke dalam air es sambil memaki para peneliti sesukanya.

"Mengeluarkan makian dapat melepaskan endorfin yang mampu mengurangi rasa sakit," kata kepala proyek penelitian itu, Richard Stephens. "Mengumpat itu baik tak hanya untuk jiwa tapi untuk raga juga. Dengan kata lain, meneriakkan kata-kata semacam 'sapi bodoh' sama seperti mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit."

Seorang pria yang lebih muda usianya berkomentar bahwa, "Bahasa atau dialek adalah bagian dari kultur kita. Jadi, itu merupakan bagian dari kebudayaan kita. Tetapi, kalau kita gunakan sesuka hati, tentu harus dihukum."

Dari berbagai sumber.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.