Thursday, September 15, 2011

Hukum Permintaan dan Penawaran Pasar


SATIRE:

Oleh: Heru Supanji

Dalam ekonomi, pemintaan(demand) dan penawaran(supply) saling bertemu dan membentuk satu titik pertemuan dalam satuan harga dan kuantitas(jumlah barang) yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Tujuan dari teori penawaran dan permintaan adalah menggambarkan bagaimana harga bisa terbentuk dalam mekanisme pasar. Dengan memahami kedua hukum ini, hukum permintaan (Demand) dan hukum penawaran (Supply), kita akan mampu mengerti dengan jelas bahwa harga pada dasarnya terbentuk oleh mekanisme dua hukum ini. Pertemuan antara dua hukum ini dalam satu kondisi merupakan kondisi ideal yang diharapkan oleh para pelaku bisnis.

Dalam terminologi ilmu ekonomi pertemuan hukum permintaan dan hukum penawaran atau yang lebih tepatnya pertemuan dua kurva Permintaan (Demand) dan penawaran (Supply), dikenal dengan istilah titik keseimbangan (equilibrium).

Permintaan
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu.

Hukum permintaan menyatakan bahwa : jumlah produk yang diminta berbanding terbalik dengan harga, artinya jika harga barang naik maka jumlah permintaanya akan turun dan sebaliknya. Tentu saja kondisi tersebut bersifat ceteris paribus artinya semua faktor yang mempengaruhi berlakunya hukum permintaan dianggap tetap.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand) :
1. Perilaku konsumen / selera konsumen
2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
3. Pendapatan/penghasilan konsumen
4. Perkiraan harga di masa depan
5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen

Permintaan dapat dibedakan menjadi :
1. Permintaan absolut : permintaan yang harus dipenuhi tanpa mempertimbangkan kemampuan
2. Permintaan potensial : permintaan yang disertai kemampuan pembeli
3. Permintaan efektif : permintaan yang benar-benar dilaksanakan

Penawaran
Penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.

Hukum penawaran menyatakan bahwa : jumlah produk yang ditawarkan berbanding lurus dengan harga. artinya jika harga naik maka jumlah barang yang ditawarkan juga akan naik dan sebaliknya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Supply) :
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
2. Tujuan Perusahaan
3. Pajak
4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan

Penawaran dapat dibedakan menjadi :
1. Penawaran Individu : penawaran yang dimiliki oleh seorang Penguasa
2. Penawaran besar/Kolektif : penawaran yang terdapat pada pasar

Ternyata Hukum Permintaan dan Penawaran Pasar juga terjadi pada hukum itu sendiri. Ilustrasi berikut mungkin menarik untuk disimak.

Seperti hari-hari biasanya saat itupun Nasrudin sedang menyampaikan pengajarannya kepada para murid dari atas mimbar.

“Kebenaran itu sangat tinggi harganya.” Kata Nasrudin dengan nada serius. “Bukan hanya diukur secara spiritual tapi juga diukur secara material.”

Kalimat Nasrudin tiba-tiba diinterupsi seorang muridnya. “Tapi kenapa kita harus membeli kebenaran? Bahkan dengan bayaran sangat mahal?”

Nasrudin sangat faham akan maksud pertanyaan muridnya, lalu katanya dengan bijaksana “Perhatikan olehmu, harga suatu barang atau suatu perkara sangat dipengaruhi oleh tingkat kelangkaan ketersediaan barang atau suatu perkara. Semakin langka, semakin mahal pula harganya.”

Kebenaran adalah Hukum, dan Hukum adalah lampu kristal yang mewah. Bila mempunyai uang yang cukup bolehlah kita membeli Hukum dan memajangnya di ruang tamu, bila hanya mempunyai keberanian atau  kekuatan ambilah secara paksa dan bila tidak mampu berusahalah untuk mengemisnya karena itu hak.

Mengemis hanya mempunyai dua resiko; MALU. Malu ketika menadahkan tangan dan malu pula ketika ditolak. Tapi jangan tanya apakah para pengemis itu masih mempunyai budaya malu. Malu hanya milik mereka yang mengerti etika hukum.

Partai Kebangkitan Bangsa menyatakan sakit hati dan merasa dilecehkan oleh pernyataan politisi Demokrat, Ruhut Sitompul yang mengatakan PKB "mengemis" kepada Demokrat terkait kasus yang menimpa Muhaimin Iskandar. PKB pun menuntut SBY untuk membina Ruhut secara khusus, bahkan menindak lebih jauh.

"Kami merasa pernyataan Ruhut yang menyatakan PKB mengemis untuk mengamankan Ketua Umum kami, sama sekali tidak benar. Kita partai yang punya martabat dan harga diri," tegas Ketua DPP PKB, Abdul Malik Haramain saat menggelar jumpa pers di Gedung DPR RI, Rabu (14/9).

Sebelumnya kepada wartawan, Ruhut mengabarkan bahwa ada seorang politisi PKB yang meminta bantuan Demokrat untuk "mengamankan" Ketua Umum PKB sekaligus Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Muhaimin tersangkut oleh kasus suap Dana PPID Transmigrasi yang membuat dua pejabatnya ditangkap KPK karena menerima suap Rp 1,5 miliar.



No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.