Friday, September 2, 2011

KANCIL KOK DILAWAN


SATIRE:

KANCIL  KOK  DILAWAN
Oleh:  Heru Supanji

Jangan  bermain hilal hilalan
Puasa haram kerena lebaran
Salah berhitung datangnya hilal
Arab bayar kafarat semilyar real

Aku terhenyak mendengar lagu itu. Anak-anak yang masih tidak mengerti politik, tata negara apalagi urusan astronomy  yang njelimet bisa bersyair seperti itu. Mestinya pemerintah Saudi Arabia juga akan merah kupingnya mendengar itu. Pasalnya niat mereka untuk Idul Fitri diam-diam dengan para negara sahabat ternyata berbuah simalakama. Dimakan bayar kafarat, tidak dimakan juga mubazir...

Menelusuri kebenaran memo raja Saudi Arabia yang menyoal ‘Bebaskan saudara kami Muhamad Nazaruddin’ ternyata hanya isapan jempol. Nama Muhamad Nazaruddin walau sama-sama terdengar arab ternyata tidak ada di daftar silsilah keluarga kerajaan. Ini titik terang untuk kasus hukum Nazaruddin yang hukumannya masih ditimbang-timbang.

“Itu hanya gertakan saja Tuan Presiden.” Kata intel yang mengendus ketidak beresan seputar intrik 1 Syawal 1432 H. Lebih lanjut intel kita melaporkan bahwa badan astronomi setempat  yang sebelumnya memberi kabar kepada pemerintah Saudi bahwa mereka telah melihat hilal sehingga kemudian pemerintah memutuskan Idul Fitri jatuh pada Selasa 30 Agustus 2011, namun ternyata  kemungkinan yang dilihat pada tanggal 29 Agustus tersebut bukanlah bulan tapi benda angkasa lain yang kemudian di yakini sebuah fenomena planet Saturnus yang beberapa tahun yang lalupun pernah terjadi fenomena semacam itu yaitu fenomena merkurius.

Kesalahanfahaman atas sebuah keputusan 1 syawal  kemarin  dimungkinkan karena pemerintah mengacu dari berita yang disampaikan badan astronomi yang ditunjuk untuk mengamati hilal awal bulan syawal, dan kenyataanya yang mereka lihat bukanlah hilal tapi benda angkasa lain yang diperkirakan adalah planet saturnus dan kesalahan ini kabarnya telah di umumkan baik via media cetak maupun elektronik , pemerintah Saudi sendiri konon telah membayar kafarat untuk masalah  ini kurang lebih sebesar 1 milyar real.

Tuan Presiden merogoh saku dan mengeluarkan memo yang membuatnya tidak enak makan walau opor ayam dan ketupat adalah makanan favoritnya, juga tidak bisa tidur karena terus terima laporan tentang terjadinya kecelakaan yang memakan korban akibat mudik. Mungkin MUI harus mengeluarkan fatwa. Bahwa Haram Mudik Bagi yang Tidak Mampu.

“SBY... Bebaskan saudara kami Muhamad Nazaruddin! Ini peringatan hukuman  pancung buatmu !!!”,  sekali lagi Tuan Presiden membaca tulisan itu sebelum menyerahkanna ke Kepala Museum Sejarah untuk di bingkai sebagai prasasti.

Lebaran tahun depan anak-anak akan bisa melihat memo berbingkai itu di Museum Sejarah untuk mengingat kemenangan  bahwa “keputusan pemerintah Indonesia yang menyatakan tanggal 31 Agustus 2011 adalah 1 Syawal adalah benar.”

“Kancil kok dilawan...” batin Tuan Presiden sambil tersenyum.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.