Wednesday, September 14, 2011

Kosa Kata Baru Istilah Korupsi


Mati Ketawa Tak Mati Mati


Oleh: Heru Supanji

Terpidana kasus korupsi Gayus Halomoan Partahanan Tambunan, menjadi korban penipuan dari seorang warga binaan Rumah Tahanan (Rutan), Cipinang, Jakarta Timur, Ahmad Muntaha. Akibatnya, Gayus menderita kerugian hingga 600 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 4,2 Miliar (kurs Rp 7.000).

Ahmad Muntaha sempat menjanjikan kepada Gayus, bahwa ia mampu untuk melipatgandakan uang. Gayus pun percaya, kepada terpidana kasus penipuan itu pegawai negeri sipil Ditjen Pajak itu sekitar tiga bulan lalu menyerahkan uang hingga Rp 600 ribu dolar singapura.

Transaksi tersebut, dilakukan secara tunai di dalam Rutan, dengan pecahan 10 ribu dolar Singapura dalam dua kali pembayaran, setiap kali transaksi Gayus menyerahkan uang 300 ribu dolar Singapura.

Namun hingga waktu yang ditentukan, Muntaha tidak juga bisa memenuhi janjinya. Gayus pun kecewa, dan melaporkan penipuan tersebut kepada pihak rutan.

Dulu Mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup Yulianis pernah mengungkap penggunaan bahasa 'istilah' dalam percakapan via BBM antara Rosa dengan Angelina. Dalam percakapan di BBM, keduanya sering menyebut istilah 'Apel Malang', dan 'Apel Washington'.

Apel Malang adalah istilah yang sering mereka pakai untuk 'rupiah'. Sedangkan apel Washington adalah istilah pengganti untuk 'dolar Amerika'. "Kami kalau bicara begitu, Pak. Kalau Bu Rosa perlu uang ke saya, dia bilang perlu apel Malang," ujar Yulianis.


Perputaran uang Rp 4,2 Milyar itu tidak sedikit dan tidak mungkin disembunyikan dalam celana dalam. Kemana aliran cash flow nya? Ibarat air dia akan mengalir sampai jauh, tapi kemana?


'Tertipu' mungkin istilah baru untuk ditambahkan dalam kosa kata korupsi Indonesia. Atau ada istilah lain?

Rupiah is Apel Malang, Dolar Amerika is Apel Washington, Dolar Singapore so what gitu lho?


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.