Saturday, September 24, 2011

Nyanyian rindu anak Tunarungu


Puisi Lara Luca




Senyapku bukan penghalang riangku
Sunyiku bukan perintang langkahku
Sepiku bukan aral jalanku...
Dan cekamku bukan penghambat waktuku
Siksaku yang tak pernah tertitpkan pada nyanyian burung camar
Kini menjelma menjadi lagu lagu rindu diatas keraguaku
Dalam diamku ada resah yang mulai menggayut dikalbuku
Ingin terucap sebuah kata yang mengandung sejuta makna
Namun lidahku kelu dibekukan oleh keterbatasanku 



Sahabat………..
Pesta raya arak arakan yang gegap gempita di sepanjang jalan kota
Mengharu birukan perasaanku
Jangankan suara symbal suara harmonikapun tak pernah bisa singgah ditelingaku
Diantara mereka ada yang menatap iba bahkan juga curiga
Namun tetap kutebarkan senyum penawar lara
Resah ini mulai tersebar pada asap kotor sepanjang jalan 


Sahabat….
Derap langkah peserta pawai mengalirkan getaran sukmaku
Kuikuti langkah mereka dengan ekor mataku sampai ke ujung jalan
Dan akhirnya arak arakan itu hilang ditelan kegelapan
Yang tersisa hanya sepi sunyi dan senyap tersulam rapat diraga ini 


Sahabat……
Aku tidak bertanya tentang garis nasibku
Aku tidak marah pada sang Pencipta juga pada orangtuaku
Karena dibalik semua ini pasti ada rencanaNya buatku
Takdirku telah terpatri dalam hidupku
Namun aku tidak mau menyerah dengan keadaan
Karena hidup tempat perjudian nasib 




Sahabat….
Dibalik pintu keterbatasanku yang pernah kututup rapat rapat
Kini ku buka tuk menguak segala misteri dunia
Semilir angin sejuk tawamu membangkitkan gairah sukmaku
Kini aku berdiri dihadapanmu sahabat
Raih tangan lemahku pegang bahu lelahku
Ajak aku tuk merenda hari hariku dengan penuh warna jingga


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.