Friday, September 30, 2011

Pengenalan Pendidikan Anti Korupsi Sejak Dini

Pendidikan Anti Korupsi


Pendidikan anti korupsi harus dikenalkan sejak dini kepada generasi muda. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya korupsi ialah dengan memperkenalkan Gratifikasi, karena berawal dari gratifikasi sebuah korupsi berkembang liar dan menggurita.

Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik [1]

Walaupun batas minimum belum ada, namun ada usulan pemerintah melalui Menkominfo pada tahun 2005 bahwa pemberian dibawah Rp. 250.000,- supaya tidak dimasukkan ke dalam kelompok gratifikasi. Namun hal ini belum diputuskan dan masih dalam wacana diskusi. Dilain pihak masyarakat sebagai pelapor dan melaporkan gratifikasi diatas Rp. 250.000,- wajib dilindungi sesuai PP71/2000.

Landasan hukum tindak gratifikasi diatur dalam UU 31/1999 dan UU 20/2001 Pasal 12 dimana ancamannya adalah dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Pada UU 20/2001 setiap gratifikasi yang diperoleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap suap, namun ketentuan yang sama tidak berlaku apabila penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) yang wajib dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal gratifikasi tersebut diterima.

Contoh kasus yang dapat digolongkan sebagai gratifikasi

Empat kelompok jebakan gratifikasi

1.Ucapan Terima Kasih
1.Pemberian uang
2.Pemberian Tiket dan Voucher Hotel
3.Cenderamata bagi Guru
4.Hadiah Wisata untuk Pejabat
5.Anggota Ekslusif Klub Olah raga
6.Ibadah Haji Gratisan

2. Sumbangan
7.Kado Pernikahan Terindah
8.Rumah Ibadah di Kantor Pemerintah
9.Parsel Ponsel
10.Demi Kemanusian
11.Hadiah Istimewa di Ulang Tahun

3. Imbalan
12.Potongan Khusus
13.Pinjaman Tanpa Bunga
14.Pemberian Saham
15.Beasiswa Ke Mancanegara
16.Pemberian Fasilitas Pendidikan
17.Sponsori Konferensi Pemerintahan Bersih

4. Uang Uang Siluman
18.Dilema Pengurusan Izin
19.Dana Sosialisasi Otonomi Daerah
20.Dana Reses
21.Dana Investigasi Pencemaran Lingkungan
22.Mengurus Izin Dengan Perantara
23.Pemberian Uang Komisi
24.Pengadaan Eskalator
25.Pembangunan Tak Sesuai Standar
26.Pembebasan Tanah
27.Pengadaan Barang ala Arisan
28. Pungutan Liar di Jalan Raya

Belum lama ini pelajar dari SMK 25 mengikuti acara pendidikan anti korupsi "Roadshow Sekolah - Akustik Anti Korupsi" yang diadakan ICW dan KPK di gedung sekolah mereka, Jakarta Selatan, Rabu (28/9). Acara tersebut mengenalkan korupsi dan akibatnya sejak dini agar tumbuh generasi anti korupsi dengan kemasan nuansa muda yang diselingi musik dan lagu dari kelompok musik Simponi. 

Pewarta Foto  ANTARA - Fanny Octavianus, membagi beberapa ekspose kegiatan pelajar SMK 25 yang menarik. Semoga generasi muda kini yang akan menjadi pemimpin di masa depan tidak lagi terjebak dalam Gratifikasi sebagai kembang Korupsi yang memang menawan.

Pelajar memberi pendapat tentang korupsi 

Pelajar  memberi pendapat tentang korupsi 

Pelajar antusias mengikuti acara  "Roadshow Sekolah - Akustik Anti Korupsi" 

Sejumlah data terkait korupsi disampaikan dalam  "Roadshow Sekolah - Akustik Anti Korupsi" 


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.