Friday, September 23, 2011

RS Hasan Sadikin Rawat Bayi Berkepala Dua


Bayi Kepala Dua Baru Diketahui Setelah USG

Lahir melalui proses Caesar pada Selasa, 20 September 2011 dengan berat 4,4 kilogram. 

Illustrasi bayi berkepala dua (Ali Azumar/ Riau)


Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, merawat seorang bayi dengan kelainan memiliki dua kepala. Bayi malang itu lahir melalui proses  Sectio Caesar (SC) di RSUD Majalaya Kabupaten Bandung pada Selasa, 20 September 2011, dengan bobot 4,4 kilogram. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Ahmad Kustiadji menjelaskan setelah dilakukan USG di RSUD Majalaya diketahui bayi tersebut merupakan bayi kembar siam, maka diputuskan untuk dilahirkan dengan proses persalinan Caesar. Kemudian setelah lahir baru diketahui bayi tersebut memiliki satu tubuh, satu kelamin, sepasang tangan, sepasang kaki tetapi memiliki dua kepala yang keduannya dalam kondisi hidup. 

Karena mengalami kondisi asfiksia berat bayi tersebut sempat distabilkan terlebih dahulu di RSUD Majalaya selama satu malam, kemudian setelah tidak mengalami sesak dan diindikasi tidak ada sianosis maka dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Bayi berjenis kelamin perempuan itu di terima di UGD RSHS hari Rabu, 21 September 2011 sekitar pukul 12.30 WIB kemudian sekitar pukul 13.24 WIB dimasukan dalam NICU. Hingga saat ini bayi masih di rawat dalam ruang perawatan bayi khusus Neonatal Intensive Care Unit (NICU). 

Kepala Subbagian Humas RSHS Bandung dr Tengku Djumala Sari, memastikan, bahwa bayi berkepala dua ini termasuk bayi kembar siam, namun kasusnya berbeda dengan kasus kembar siam Wanda-Wandi, bayi kembar dempet yang sedang ditangani oleh RSHS sebelumnya. 

Sejauh ini kondisi bayi berkepala dua tersebut masih dalam kondisi yang stabil dan masih dalam pemeriksaan secara intensif oleh beberapa dokter spesialis RSHS. 

Saat ditanya apakah orang tua bayi memiliki kelainan congenital, dr Mala belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena orang tua bayi belum bersedia untuk di wawancarai dan dipublikasikan. Maka, Ia pun tidak memperbolehkan wartawan untuk mendekati ruangan atau mengambil gambar, pihak humas juga belum bersedia merilis gambar dari bayi tersebut. Dr Mala hanya mengatakan bahwa orang tua bayi berasal dari kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Sumber: Laporan Dani Wahyu Ramdani l Bandung • VIVAnews 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.