Saturday, October 15, 2011

Agar Pulsa Tak Tersedot




Ada dua jenis penipuan dengan telepon genggam yang marak ditemukan. Pertama, kelompok yang menjebak dan memaksa pelanggan yang dilakukan content provider/CP. Kedua, kelompok penipuan yang dilakukan oknum masyarakat yang memanfaatkan kelengahan konsumen.

Penipuan pada kelompok pertama oleh CP biasanya berupa iming-iming kepada konsumen dengan aneka-aneka bonus/hadiah namun harus ketik terlebih dahulu digit tertentu untuk memperoleh hadiah tersebut. Setelah mengetik digit tertentu, tanpa sadar konsumen "terjebak" terdaftar fitur tertentu dan selama terperangkap dalam jebakan itu user dikenai biaya tertentu terus menerus sebelum melakukan unreg. Padahal proses unreg juga sangat sulit, dan pulsa konsumen tetap berkurang terus.

Penipuan kelompok kedua dengan memanfaatkan kelengahan konsumen, dengan iming-iming mendapat hadiah setelah mentransfer uang lewat ATM ke nomor pengirim yang biasanya mengaku dari operator. Penipuan lain jenis ini juga bisa berupa modus info kecelakaan yang dialami keluarga dekat. Konsumen harus transfer biaya tertentu untuk pengobatan medis, karena panik konsumen banyak yang tertipu. Ada lagi penipuan dengan cara menghiba, yang ini dikenal dengan kelompok 'mama".

Kedua jenis penipuan itu ditambah dengan penyedotan pulsa setelah membalas SMS seperti yang terjadi akhir-akhir ini, kini saatnya dihentikan! Apalagi ini akibat kelengahan regulator terkait yaitu Depkominfo dan BRTI. Kelengahan itu berupa ketidak tegasan regulator tentang verifikasi data nomor pelanggan prabayar, ketidak tegasan BRTI dalam memberi sanksi bagi CP/operator nakal dan belum maksimalnya perlindungan bagi konsumen.

Agar konsumen tidak dirugikan dengan tersedotnya pulsa, disarankan Depkominfo dan BRTI mengumumkan operator yang nakal dan memberi sanksiagar ada efek jera. Realisasikan UU/Kepmen AntiSpaming SMS agar tidak semua orang bebas membanjiri inbox orang lain dengan pesan-pesan yang mengganggu dan  melarang promosi via handphone.

Call center milik regulator dengan layanan 159 harus dibenahi karena sulit dihubungi konsumen. Pusat layanan tidak seharusnya berbentuk suara dan sudah otomatis dibenamkan dalam fitur semua gadget yang dijual di Indonesia. Gunakan nomor pusat layanan dari CP yang distandarkan  agar tidak membingunkan pengguna. 

Saran lain, operator sepantasnya melakukan verifikasi data pelanggan prabayar (lama atau baru) dan bisa memberi bukti cetak penggunaan pelanggan prabayar jika terjadi sengketa terkait  pulsa. Operator juga diharapkan tidak mudah membawa persoalan yang terjadi dengan pelanggan ke ranah hukum, pilih jalan mediasi dan penyelesaian secara kekeluargaan.



No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.