Friday, October 21, 2011

AVIAN INFLUENZA, Penyebab Pasien Meninggal

Flu Burung Merebak Lagi, Awas Komplikasi Gawat Napas



Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan pemberitaan mengenai kasus flu burung yang terjadi di Bali dan mulai menyebar ke Lombok. Meski baru menyerang unggas dan belum ditemukan suspect pada manusia namun masalah tersebut tidak bisa abaikan. Kewaspadaan terhadap penyakit flu burung harus ditingkatkan kembali oleh semua pihak.

Flu burung merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh berbagai jenis virus avian influenza. Menular dari burung (unggas) ke burung lain, dan walau jarang terjadi namun sejak 1997 telah diketahui penyakit tersebut dapat juga menular dari burung ke manusia. Adapun kasus flu burung yang telah dijumpai di Indonesia saat ini adalah diakibatkan infeksi strain virus flu burung tipe A (H5N1).

Penanganan flu burung didasarkan pada penilaian atas keadaan kesehatan seorang pasien dan untuk mendeteksi virus apa yang menyerang pasien tersebut. Pemeriksaan untuk menilai keadaan kesehatan itu meliputi kadar leukosit, fungsi hati, fungsi ginjal, dan analisis gas darah arteri.

Melalui pemeriksaan tersebut dapat diketahui berapa kadar oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) di darah pasien. Kalau oksigennya rendah atau kasrbondioksida nya tinggi maka dapat terjadi keadaan gawat napas. (Nilai normal oksigen berkisar 85-95 mmHg dan nilai normal karbondioksida 35-45 mmHg).  Dari data yang ada, sebagian pasien meninggal karena gawat napas akut.

Avian influenza dapat ditanggulangi dengan melakukan pencegahan berupa upaya untuk menghindari terjadinya avian influenza. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

Masyarakat Luas

  1. Mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri bagi yang kontak dengan binatang, baik dalam keadaan mati ataupun dalam keadaan hidup.
  2. Daging unggas harus dimasak sampai suhu 70 derajat atau 80 derajat Celcius selama sedikitnya satu menit. 
  3. Melakukan pola hidup sehat seperti menjaga daya tahan tubuh dengan makan seimbang dan bergizi, istirahat dan olahraga teratur. Pasien influenza dianjurkan banyak istirahat, banyak minum dan makan bergizi.


Khusus Pekerja Peternakan dan Pemotongan Hewan

  1. Semua orang yang kontak dengan binatang telah terinfeksi harus sering-sering mencuci tangan dengan sabun.
  2. Mereka yang memegang, membunuh dan membawa atau meindahkan unggas sakit atau mati karena flu burung harus mencuci tangan dengan desinfektan dan melengkapi diri dengan baju pelindung, sarung tangan karet, masker, kacamata google, dan sepatu bot.
  3. Kandang perlu dibersihkan dengan prosedur yang baku dan memperhatikan keamanan petugas.
  4. Pekerja peternakan, pemotongan hewan, dan keluarga perlu diberitahu untuk melaporkan ke petugas kesehatan bila mengidap gejala-gejala pernapasan, infeksi mata dan gejala flu lainnya.
  5. Petugas yang dicurigai punya potensi tertular harus dalam pengawasan ketat petugas kesehatan dan dianjurkan pemberian vaksin influenza, penyediaan obat virus, dan pengamatan perubahan secara serologi.


Dari berbagai sumber.

3 comments:

  1. Cuci tangan sesudah beraktivitas adalah penting sekali. Kapanpun dan dimanapun. Apalagi kalo pake sabun antiseptik, lebih bagus lagi. :)

    ReplyDelete
  2. SEbenarnya virus flu burung dapat diselesaikan sesegera mungkin jika pemerintah memberikan otoritas veteriner kepada para dokter hewan. namun kenyataannya pemerintah terlalu lemah mengambil keputusan tersebut. saya bisa membayangkan bagaimana jika otoritas veteriner tersebut masuk peraturan pemerintah dan berdiri sendiri tanpa ikut rumpun pertanian, saya yakin kewenangan para dokter hewan di negeri ini akan menciptakan sesuatu yaang berbeda yang akan mengurangi bahkan membinasakan virus - virus yang berasal dari hewan, salah satunya adalah flu burung. Namun sayang Para dokter hewan yang jenius bahkan bergelar professor pun tak punya kewenangan menyampaikan pendapatnya karena kewenangan utama milik pertanian. bahkan banyak orang jenius di negeri ini hijrah keluar negeri karena merasa tak dianggap di negeri ini. menanggapi virus flu burung seharusnya dokter hewan lah yang mempunyai otoritas untuk menanggulanginya. teringat juga saat mahasiswa kedokteran hewan UGM mampu menemukan vaksin herbal flu burung dari ekstrak mahkota dewa beberapa bulan lalu, namun bagaimana sekarang?? sudah tak terdengar lagi karena pemerintah terlalu memikirkan korupsi korupsi dan korupsi dan hal lain semacam flu burung pun terkadang di lupakan.

    ReplyDelete
  3. wew marak lagi nih flu burung, padahal dulu udah mulai berkurang.. harus mulai faksin para unggas dan musi kudu hati2 nih..
    pasti bentar lagi flu babi mulai lagi deh..

    SALAM

    entertainment-geek

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.