Sunday, October 30, 2011

Bagaimana Mencegah Bell's Palsy?

BELL'S PALSY MENGANCAM SEMUA ORANG


Nama penyakit ini belum diketahui oleh kebanyakan orang. Sir Charles Bell,  adalah seorang ahli bedah Skotlandia yang pertama kali menemukan penyakit ini pada abad 19. Penyakit ini menimbulkan derajat keluhan klinis yang beragam seperti wajah yang tidak simetris, kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna, gangguan pengecapan serta sensasi mati rasa (baal/kebas) pada salah satu sisi wajah. Pada beberapa kasus dapat disertai adanya hiperakusis (sensasi pendengaran yang berlebihan), telinga berdenging, nyeri kepala dan perasaan melayang. Keluhan tersebut terjadi mendadak dan mencapai puncaknya dalam 2 hari. Keluhan yang terjadi diawali oleh nyeri pada telinga yang seringkali dianggap sebagai infeksi.

Berbeda dengan serangan stroke, pada Bell's Palsy tidak disertai dengan kelemahan anggota gerak. Hal ini disebabkan oleh letak kerusakan saraf yang berbeda. Pada stroke disebabkan oleh rusaknya bagian otak yang mengatur pergerakan salah satu sisi tubuh, termasuk wajah. Sedangkan pada Bell's Palsy, kerusakan terjadi langsung pada saraf yang mengurus persarafan wajah. Saraf fasialis adalah serabut saraf yang mengurus bagian wajah dan merupakan bagian dari 12 pasang saraf otak. Saraf ini berasal dari bagian batang otak yang disebut pons. Dalam perjalanannya menuju kelenjar parotis, saraf fasialis ini harus melalui suatu lubang sempit dalam tulang tengkorak yang disebut kanalis Falopia. Setelah mencapai kelenjar parotis, saraf fasialis ini akan bercabang menjadi ribuan serabut saraf yang lebih kecil yang mempersarafi daerah wajah, leher, kelenjar liur, kelenjar air mata, 60% bagian depan lidah dan sebagian telinga.

Bell's Palsy dapat terjadi pada pria atau wanita segala usia dan disebabkan oleh kerusakan saraf fasialis yang disebabkan oleh radang, penekanan atau pembengkakan. Penyebab kerusakan ini tidak diketahui dengan pasti, kendati demikian para ahli meyakini infeksi virus "Herpes Simpleks" sebagai penyebabnya. Sehingga terjadi proses radang dan pembengkakan saraf. Pada kasus yang ringan, kerusakan yang terjadi hanya pada selubung saraf saja sehingga proses penyembuhannya lebih cepat, sedangkan pada kasus yang lebih berat dapat terjadi jeratan pada kanalis falopia yang dapat menyebabkan kerusakan permanen serabut saraf.



Bagaimana Agar Tak Terkena Bell's Palsy?

  1. Banyak sumber menyarankan agar menghindari stress fisik dan lingkungan. Stress fisik adalah kelelahan organ tubuh yang melampaui batas daya tahan dan stress lingkungan bisa berupa hembusan udara dingin. 
  2. Angin yang masuk ke tengkorak membuat saraf di sekitar wajah sembab lalu membesar. Pembengkakan saraf nomor tujuh itu mengakibatkan pasokan darah ke sel saraf tersebut terhenti, yang menyebabkan kematian sel, yang akhirnya mengganggu hantaran saraf impuls. 
  3. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah Bell's Palsy seperti saran dokter saraf:
  4. Saat berkendaraan motor,  gunakan helm penutup wajah penuh atau rapat untuk mencegah angin mengenai wajah. Jangan ada angin yang menampar-nampar wajah.
  5. Jangan biarkan kipas angin menerpa wajah secara langsung bila terpaksa tidur dengan menyalakan kipas angin. Upayakan tidak tepat berada di bawah kipas angin yang di pasang di langit-langit kamar, selalu gunakan kecepatan rendah saat kipas angin di jalankan.
  6. Jangan langsung mandi atau mencuci wajah dengan air dingin setelah berolah raga berat, tidak baik untuk kesehatan jantung dan kulit saraf. Bila sering lembur atau pulang larut malam jangan mandi dengan air dingin.
  7. Saat menjalani pengobatan, jangan biarkan wajah terkena angin langsung. Tutupi wajah dengan kain atau penutup. Jangan memikirkan pandangan aneh orang-orang sekitar, pertimbangkan biasay yang dikeluarkan untuk pengobatan.
  8. Percayai dokter yang memberi Anda terapi dan berdo'a adalah kunci menuju kesembuhan bila Anda sudah terkena Bells' Palsy.
  9. Terapi yang segera diberikan akan mempercepat kesembuhan kelumpuhan, hanya harus sabar mengikuti saran pengobatan oleh dokter.
  10. Bell's Palsy tidak menyerang semua orang, yang rentan terserang Bell's Palsy:  
  • Wanita hamil berpotensi tiga kali lebih mudah terkena Bell's Palsy dibandinga wanita tidak hamil.
  • Penderita diabetes, perokok dan pengguna obat-obatan sejenis seteroid berpotensi empat kali lebih mudah terserang daripada orang lain.
BACA JUGA:
Tips Menjadi Kharismatik
Kenangan Getir Marilyn Monroe
DUNIA MENJADI TOUCHSCREEN SEMUA
TINGKATKAN IMUNITAS DI MUSIM HUJAN
KIAT MENJAGA MISS V TETAP SEHAT

2 comments:

  1. Baru tahu ttg penyakit Bell's palsy.. Kok bisa ya wanita hamil berpotensi lebh besar kena Bell's palsy?

    ReplyDelete
  2. penyakit radang syaraf ke 7 tidak bisa dicegah, hanya kalau sudah terserang, harus diatasi, agar tidak menjadi sakit permanen, untuk lebih memahami tentang penyakit bell's palsy dan cara mengatasinya hingga sembuh, lebih baik membuka akun facebook.com/tony.susanto.3994 mudah bukan ?

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.