Saturday, October 29, 2011

LELANG MESIN EUTHANASIA DR. JACK KEVORKIAN


Membunuh yang bisa dilakukan secara legal disebut euthanasia, pembuhuhan legal yang sampai kini masih jadi kontroversi. Pembunuhan legal ini pun ternyata ada beragam jenisnya.

Secara umum, kematian adalah suatu topik yang sangat ditakuti oleh publik. Hal demikian tidak terjadi di dalam dunia kedokteran atau kesehatan. Dalam konteks kesehatan modern, kematian tidaklah selalu menjadi sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Kematian dapat dilegalisir menjadi sesuatu yang definit dan dapat dipastikan tanggal kejadiannya. Euthanasia memungkinkan hal tersebut terjadi.

Euthanasia adalah tindakan mengakhiri hidup seorang individu secara tidak menyakitkan, ketika tindakan tersebut dapat dikatakan sebagai bantuan untuk meringankan penderitaan dari individu yang akan mengakhiri hidupnya.

Ada empat metode euthanasia:
  1. Euthanasia sukarela: ini dilakukan oleh individu yang secara sadar menginginkan kematian.
  2. Euthanasia non sukarela: ini terjadi ketika individu tidak mampu untuk menyetujui karena faktor umur, ketidak mampuan fisik dan mental. Sebagai contoh dari kasus ini adalah menghentikan bantuan makanan dan minuman untuk pasien yang berada di dalam keadaan vegetatif (koma).
  3. Euthanasia tidak sukarela: ini terjadi ketika pasien yang sedang sekarat dapat ditanyakan persetujuan, namun hal ini tidak dilakukan. Kasus serupa dapat terjadi ketika permintaan untuk melanjutkan perawatan ditolak.
  4. Bantuan bunuh diri: ini sering diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk euthanasia. Hal ini terjadi ketika seorang individu diberikan informasi dan wacana untuk membunuh dirinya sendiri. Pihak ketiga dapat dilibatkan, namun tidak harus hadir dalam aksi bunuh diri tersebut. Jika dokter terlibat dalam euthanasia tipe ini, biasanya disebut sebagai ‘bunuh diri atas pertolongan dokter’. Di Amerika Serikat, kasus ini pernah dilakukan oleh dr. Jack Kevorkian.

Euthanasia dapat menjadi aktif atau pasif:

Euthanasia aktif menjabarkan kasus ketika suatu tindakan dilakukan dengan tujuan untuk menimbulkan kematian. Contoh dari kasus ini adalah memberikan suntik mati. Hal ini ilegal di Britania Raya dan Indonesia.

Euthanasia pasif menjabarkan kasus ketika kematian diakibatkan oleh penghentian tindakan medis. Contoh dari kasus ini adalah penghentian pemberian nutrisi, air, dan ventilator.

Ada kasus ketika meningkatkan dosis pengurang rasa sakit, seperti pemberian Morfin, dapat memperpendek umur pasien. Namun pemberian morfin tidak dimaksukan untuk menimbulkan kematian, sehingga dipandang secara moral berbeda. Kasus ini juga dapat dilihat dari perspektif falsafah ‘efek ganda’. Prinsip ini berasal dari filsafat moral Immanuel Kant, yang juga dipopulerkan oleh Gereja Katholik. Falsafah ‘efek ganda’ menekankan bahwa suatu efek tindakan tidak akan bisa diterima secara moral ketika ia terjadi secara sengaja, namun tindakan itu akan diterima jika tidak disengaja.

'Thanatron' atau yang biasa disebut sebagai 'Mesin Kematian' baru-baru ini dilelang di Institut Teknologi New York, Amerika Serikat, Jumat (28/10/2011). Mesin yang dirancang Dr. Jack Kevorkian tersebut dilelang bersama sejumlah benda pribadi milik sang dokter. Semasa hidupnya, Kevorkian dikenal sebagai dokter yang mendukung euthanasia. Walaupun menimbulkan kontroversi, dokter 'maut' tersebut telah menolong lebih dari 100 orang mengakhiri hidup mereka. Kevorkian sendiri telah meninggal dunia pada usia 83 tahun pada Juni lalu.


Mesin 'Thanatron' diperlihatkan di Institut Teknologi New York, di New York, Amerika Serikat, 
Kamis (27/10/2011). Foto: REUTERS/ Shannon Stapleton



Lukisan minyak karya Dr. Jack Kevorkian diperlihatkan di Institut Teknologi New York, 
 New York, Amerika Serikat, Kamis (27/10/2011). Foto: REUTERS/ Shannon Stapleton



Botol obat yang diresepkan Dr. Jack Kevorkian diperlihatkan di Institut Teknologi New York, 
New York, Amerika Serikat, Kamis (27/10/2011). Foto: REUTERS/ Shannon Stapleton


Mesin 'Thanatron' diperlihatkan di Institut Teknologi New York, di New York, Amerika Serikat, 
Kamis (27/10/2011). Foto: REUTERS/ Shannon Stapleton

Lukisan minyak karya Dr. Jack Kevorkian diperlihatkan di Institut Teknologi New York, 
 New York, Amerika Serikat, Kamis (27/10/2011). Foto: REUTERS/ Shannon Stapleton


Surat ijin mengemudi Dr. Jack Kevorkian diperlihatkan di Institut Teknologi New York, 
 New York, Amerika Serikat, Kamis (27/10/2011). Foto: REUTERS/ Shannon Stapleton 


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.