Wednesday, October 26, 2011

PERLAKUAN TERHADAP HEWAN KURBAN

HEWAN KURBAN TIDAK SEMBARANGAN, HARUS SEHAT

Idul Adha bisa berarti kesempatan mengonsumsi daging sapi dan domba secara gratis. Sangat menyenangkan bila tiba-tiba kita dapati sebungkus daging sapi, kerbau atau domba tanpa diketahui siapa pengirimnya tergeletak di depan pintu. Rezeki nomplok yang datang saat pengirim tiba dan yang punya rumah tidak ada.

Daging sapi, kerbau dan domba yang sebelumnya jarang dikonsumsi karena harganya yang tidak bisa terjangkau oleh semua kalangan, menjadi sangat mudah didapat. Sebab di Hari Raya Idul Adha banyak Muslim menyembelih hewan kurban untuk didistribusikan kepada masyarakat, terutama fakir miskin.

Wajar bila muncul pertanyaan, amankah daging hewan itu? Hal ini patut dimaklumi karena belum lama berselang merebak kabar di media adanya penyakit antraks pada hewan, termasuk hewan kurban. Daging hewan pengidap antraks jika dikonsumsi ddapat membahayakan kesehatan tubuh konsumennya. Begitupun dengan beragam penyakit lainnya pada hewan kurban yang bisa mengancam manusia.

Kita harus waspada mengonsumsi daging. Sebelum dimasak, daging dibersihkan secara maksimal, dan dimasak hingga matang benar. Pada suhu 90 derajat Celscus (selama 45 menit) spora antraks sekalipun bisa dimusnahkan, apalagi ajenis penyakit hewan lainnya seperti diare dan penyakit mata. Ini berarti dengan cara masak yang benar, kita tidak perlu khawatir dalam mengonsumsi daging hewan kurban.

Sebelum disembelih, hewan kurban sebenarnya harus diperiksakan kesehatannya (antemorfem) 24 jam sebelumnya. Hewan kurbanpun harus diperlakukan secara baik dan wajar dengan memperhatikan asas kesejahteraan hewan. Hewan diistirahatkan 12 jam dan dipuasakan 6 jam sebelum disembelih (kecuali minum). Saat penyembelihan, hewan direbahkan secara hati-hati, tidak dengan cara memaksa atau kasar, apalagi sampai melukainya.

Penyembelih hewan kurban sendiri harus laki-laki Muslim dewasa (baligh), sehat jasmani/rohani, memiliki pengetahuan dan keterampilan penyembelihan yang baik dan benar. Pisau yang digunakan menyembelih pun harus tajam, cukup panjang, tidak berkarat serta ditunjang peralatan atau saran lain yang memadai dan bersih. Penyembelih juga tidak lupa berdo'a sebelum melakukan tugasnya.

2 comments:

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.