Monday, October 17, 2011

Jengkol from Hongkong With Love

 Wisata Kuliner Wong Cilik



Saya suka melakukan wisata kuliner sederhana dan murah meriah, sebut  saja Wisata Kuliner Wong Cilik. Makanan yang saya buru ada di warung nasi pinggir jalan atau warung tenda. Aneka masakan jengkol, itu yang saya buru.


Tanggal 15 Oktober kemarin saya menerima satu paket kecil, isinya semur jengkol. Itu hadiah istimewa dari istri yang sengaja menelpon adik-adik saya selaku iparnya untuk mempersiapkan kado istimewa di ulang tahunku secara diam-diam. Konspirasi diam-diam itu menghadirkan Jengkol from Hongkong With Love. Sebutan itu hanya istilahku saja untuk menghargai jerih payah istri tercinta yang jauh di rantau, sebagai tanda cinta yang terpisah jarak ribuan kilometer.

Jenis kacang polong yang satu itu bernama jengkol. Kurang disukai karena punya khas bau yang tak sedap bagi mereka yang tidak suka mengkonsumsinya. Namun siapa kira, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa jengkol ternyata punyakhasiat bagi kesehatan kita karena ia kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.

Kandungan pada Jengkol

Sebagai pemakan jengkol sejati tentu saya harus tahu apa yang saya konsumsi. Beberapa literatur saya baca dan hapal biar nampak gaya dan meyakinkan saat berdebat bak pakar soal jengkol. Berikut ini saya pilihkan ringkasan beberapa kandungan yang terdapat pada jengkol yang tentu saja berkhasiat bagi kesehatan kita, di antaranya:

Kandungan VITAMIN C pada Jengkol

Kandungan vitamin C pada 100 gram biji jengkol adalah 80 mg, sedangkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa. Vitamin C sangat dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan imunitas tubuh. Vitamin C juga banyak hubungannya dengan berbagai fungsi yang melibatkan respirasi sel dan kerja enzim yang mekanismenya belum sepenuhnya dimengerti.

Peran vitamin C sendiri adalah sebagai berikut:
  • Oksidasi fenilalanin menjadi tirosin,
  • Reduksi ion ferri menjadi ferro dalam saluran pencernaan, sehingga besi lebih mudah untuk diserap,
  • Melepaskan besi dari transferrin dalam plasma agar dapat bergabung ke dalam ferritin (simpanan besi) jaringan,
  • Pengubahan asam folat menjadi bentuk yang aktif, yaitu asam folinat,
  • Berperan dalam pembentukan hormon steroid dari kolesterol.

Kandungan PROTEIN pada Jengkol

Jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g. Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. 

Protein sering disebut zat pembangun. Protein juga memberikan efek menenangkan otak. Protein membantu otak bekerja dengan cepat dalam menerima pesan. Bagi anak-anak, protein sangat berperan untuk perkembangan tubuh dan sel otaknya. Pada orang dewasa, apabila terjadi luka memar dan sebagainya, protein dapat membangun kembali sel-sel yang rusak.

Kandungan ZAT BESI pada Jengkol

Jengkol cukup kaya akan zat besi, yaitu 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besiadalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi.

Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan. Remaja, wanita hamil, ibu menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Di dalam tubuh, besi sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi.

Kandungan KALSIUM pada Jengkol

Jengkol juga sangat baik bagi kesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/ 100 g. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh. 

Keperluan kalsium terbesar adalah pada saat masa pertumbuhan, tetapi pada masa dewasa konsumsi yang cukup sangat dianjurkan untuk memelihara kesehatan tulang. Konsumsi kalsium yang dianjurkan pada orang dewasa adalah 800 mg per hari.

Kandungan FOSFOR pada Jengkol

Kandungan fosfor pada jengkol (166,7 mg/100 g) juga sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta untuk penyimpanan dan pengeluaran energi.


Itulah kisah kecil dibalik Jengkol from Hongkong With Love. Tentu saja tulisan inipun didedikasikan pada belahan jiwa Nila Sapti Supanji, sebagai tanda cinta. 

Semoga Anda juga mencintai jengkol seperti saya setelah membaca ini, salam....







Dari berbagai sumber.


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.