Thursday, October 6, 2011

SELAMAT JALAN STEVE 'APPLE' JOB


Setelah bertahun-tahun bergulat dengan kanker yang diidapnya, Steve Jobs akhirnya kalah





Pendiri Apple Inc, Steve Jobs, meninggal dunia di usia 56 tahun. Mantan CEO Apple yang dikenang sebagai salah satu CEO terbaik Amerika ini meninggal pada Rabu 5 Oktober 2011 setelah bertahun-tahun berperang melawan penyakit kanker dan sejumlah problem kesehatannya.

Jobs dikenal sebagai pengusaha bertangan emas. Menurut stasiun berita CNN, Jobs mendirikan Apple pada saat dia baru berusia 21 tahun bersama dengan Steve Wozniak dan Mike Markulla. Bermula dari suatu garasi di Silicon Valley, mereka merintis usaha Apple dengan merakit sejumlah produk komputer desktop Macintosh.

Namun pada 1985, Jobs tersingkir dari Apple setelah tidak bisa mempertahankan posisinya di dewan direksi. Dia lalu mendirikan perusahaan sendiri, NeXt.

Jobs akhirnya kembali ke Apple pada 1997 dan menyelamatkan perusahaan itu dari ancaman kebangkrutan.

Dia bahkan berhasil menjadikan Apple sebagai salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia dengan menghasilkan sejumlah produk inovatif, seperti iPod, iPhone, MacBook, dan kini komputer tablet iPad.

Ikon Lembah Silikon ini dikenang atas jasanya menghibur dunia dengan iPod dan iPhone. Agustus lalu, dia baru saja menyerahkan posisi CEO kepada Tim Cook.

Sebelum mundur dari jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) Apple, Steve Jobs sempat menyodorkan rencana pengembangan markas Apple di kota Cupertino, California, Amerika Serikat.
Rencana pembangunan tersebut bahkan sempat dipresentasikan oleh Steve Jobs di depan Dewan Kota Cupertino, Juni lalu. Namun, masih banyak tahapan perizinan yang harus dilalui, sebelum rencana pembangunan ini disetujui oleh pemerintah kota setempat.

Lingkungan kantor baru Apple itu, nantinya akan dibangun di area seluas 260.128,5 meter persegi. "(Bangunannya) memang sedikit mirip sebuah pesawat luar angkasa yang tengah mendarat," ujar Steve Jobs kepada situsAppleInsider. 

Bangunan bernama 'Apple Campus 2' itu akan dibangun empat lantai dengan bentuk melingkar, seperti sebuah stadion sepakbola. Ia dirancang untuk dapat menampung sekitar 13 ribu karyawan. Bangunan itu juga akan memiliki sebuah auditorium yang bisa menampung 1.000 orang serta fasilitas riset seluas 27.871 meter persegi.

Seiring pertumbuhan perusahaan yang dipicu peningkatan penjualan iPhone dan iPad, kata Steve, kantor Apple yang lama memang sudah tidak mencukupi lagi. "Apple sampai harus menyewa bangunan di sekeliling kantor pusatnya, dengan radius yang semakin besar, untuk ditempati 2.600 karyawan."

Menurut analis utama dari Enderlee Group, Rob Enderlee. kepada MacNewsWorld, cara Steve Jobs membangun bangunan ini dalam banyak hal merangkum pendekatannya terhadap produk-produk Apple.


"Bangunan ini akan lebih lama hidup sebagai peninggalan fisik dari Steve Jobs, ketimbang produk-produk Apple yang setiap tahun mengalami perubahan," kata Enderle.

Mendiang pendiri Apple, Steve Jobs, pernah bercerita cukup panjang mengenai kematian. Dia mengutarakannya di depan para wisudawan Universitas Stanford, AS, pada Juni 2005. Kutipan pidato Jobs itu dimuat kembali oleh sejumlah laman media di AS bertepatan dengan hari wafatnya inovator Apple itu di usia ke-56 tahun, 5 Oktober 2011. 

 "Saya setiap hari bercermin dan bertanya kepada diri sendiri, 'Bila hari ini adalah yang terakhir bagi hidupku, apakah aku ingin melakukan apa yang akan kulakukan hari ini?' Dan bila hampir setiap hari menjawab 'Tidak,' berarti saya tahu saya harus mengubah sesuatu," kata Jobs. 

"Mengingat saya akan akan segera mati merupakan hal yang paling penting untuk membantu saya membuat pilihan-pilihan besar dalam hidup," kata Jobs dalam pidatonya yang dimuat di laman Universitas Stanford. Saat itu, dia mengaku sudah setahun mengetahui dirinya menderita kanker. 

"Tidak ada yang mau mati. Bahkan orang-orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin lebih dulu mati. Namun, kematian adalah tujuan yang harus dihadapi kita semua. Tidak ada satupun yang bisa lolos [dari kematian]," kata Jobs. 

"Dan itu nampaknya sudah seharusnya demikian, karena Kematian kemungkinan besar adalah pencapaian terbaik dalam Hidup. Itu adalah agen perubahan dalam Hidup, dengan menggantikan yang tua untuk membuka jalan bagi yang baru," lanjut Jobs. 

"Kini yang baru itu adalah kalian, namun suatu saat yang tidak begitu lama dari sekarang, kalian perlahan akan menjadi tua dan akan tergantikan. Maaf ini membuat jadi terkesan dramatis, namun kebenarannya demikian," lanjut Jobs, yang mengaku tidak bisa menyelesaikan kuliah untuk menjadi wirausahawan. 

Sumber: VIVAnews

1 comment:

  1. assalamualaikum bang.. ni saya braja pb321..
    maaf ni bang menurut saya template abang terlalu menyulutkan pengungjung karna semua post nya tidah rapi dan membuat loading menjadi lambat..

    oya ni kalo abang mau saya ada template<< gratis buat abang >>>
    sebenar nya template ini saya jual
    tapi karna saya ingin memberikan jadi gratis lah buat abang..

    contoh template bisa di lihat di sini.. kalo tertarik kasi saya email di komentar nya.. nanti saya kirim..

    kalo belum tertarik bilang aja nanti saya kasi lihat contoh yang lain

    http://brajapb321.blogspot.com/2011/09/template-blog-seperti-vivanews.html

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.