Tuesday, November 22, 2011

Adiksi Pornografi Internet Pemicu Anoreksia

Mematikan Gairah Sex Lelaki



Terdapat anggapan yang salah bahwa dengan mengakses situs penyedia pornografi dapat membantu membangkitkan gairah yang menurun. Ternyata ibarat kehausan saat berenang dilautan, tidak bisa serta merta melepas dahaga dengan meminum air laut. Sekali saja air laut terminum, maka rasa haus berikutnya akan lebih mencekik. Demikian halnya dengan akses terhadap pornografi internet, akses pertama akan diikuti oleh akses-akses berikutnya yang membabi buta tak kenal waktu. Sampai akhirnya tanpa sadar telah menjadi demikian adiksi.

Saat ini banyak anak muda tumbuh berkembang bersama akses pornografi internet kecepatan tinggi dan mengalami gejala kecanduan. Fakta tersebut, menurut American Society of Addiction Medicine, telah menempatkan pornografi menjadi sebagai salah satu bentuk pemicu adiksi yang perlu ditangani.

Pengertian definisi Adidksi yang dirilis pada April lalu menyebutkan, perilaku apa pun yang sifatnya memberikan imbalan atau penghargaan dan tidak sebatas barang dapat menimbulkan adiksi atau kecanduan, termasuk di antaranya "aktivitas seksual". "Inilah apa yang kita sebut dengan proses adiksi," ungkap David Smith, MD, mantan Presiden American Society of Addiction Medicine dan penulis buku Unchain Your Brain.

Kita bisa bisa menjadi kecanduan terhadap dopamin. Perilaku seperti pornografi, makan atau berjudi melepaskan hormon dopamin dan memicu adiksi. Wilson berpendapat, internet akan membuat akses terhadap pornografi menjadi sangat mudah sehingga memudahkan otak terhubung dengan sejenis stimulus visual. Pornografi jenis baru ini akan mempercepat pengeluaran hormon dopamin, tetapi juga dapat menyebabkan seseorang ketergantungan dan tak bisa mencapai kepuasan.

Laporan terbaru para ahli yang tergabung dalam Italian Society of Andrology and Sexual Medicine menyatakan, banyak pria yang sudah mengakses pornografi sejak usia belia (sekitar usia 14) mengalami gangguan libido pada usia 20-an. Mereka kecanduan pornografi setiap hari sehingga mengalami penurunan gairah seksual, bahkan ada yang sampai tidak mampu ereksi. Menurut para ahli, gangguan yang dialami pria ini dapat dikategorikan sebagai anoreksia seksual.

Fenomena lelaki kecanduan pornografi, ketika mereka berada di tempat tidur bersama pasangan dengan kondisi lampu gelap, mereka tidak akan mendapatkan stimulus visual yang mereka butuhkan sehingga tidak bisa melakukannya. Meski demikian, gangguan seksual ini masih dapat diatasi melalui terapi. Menurut Robinson, waktu untuk menyembuhkan anoreksia sekual pada setiap individu bervariasi.

"Untuk lelaki dewasa perlu waktu sekitar 8 pekan untuk terapi penyembuhan. Tetapi untuk lelaku muda, di usia 20-an yang kecanduan pornografi perlu waktu 3 hingga 4 bulan karena mereka tidak terhubungan dengan pasangan dan sentuhan nyata sewaktu muda," ujarnya.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.