Friday, November 18, 2011

Hadapi Banjir Dengan Senyuman

Bukan Hanya Banjir yang Harus Di Waspadai 



Ketika musim hujan tiba, yang pertama terbayang tentang Jakarta adalah banjir. Kota Bandung yang juga jauh dari laut, artinya bukan di dataran rendah seperti kota pantai pada umumnya juga banjir. Beberapa kota besar selain Jakarta dan Bandung juga akrab dengan bencana alam bernama banjir ini, karena hampir setiap kota besar di Indonesia dilewati sungai besar atau di bangun di daerah muara sungai.

Pemerhati lingkungan hidup mengisyaratkan bahwa kita bukan mengalami banjir, tapi sedang tenggelam. Selain sampah yang dibuang ke sungai dan pembangunan yang tidak terkendali di sekitar daerah aliran sungai atau pembangunan vila-vila mewah di hulu sungai, global warming juga menjadi tudingan penyebab banjir. Anehnya walau tahu semua penyebab banjir dan pasti akan diterjang banjir, tak seorangpun berniat menghindar dari bencana banjir itu. 

Jadi benar pendapat yang mengatakan bahwa dunia ini tidak berpenduduk padat. Masih ada belahan dunia lain yang penduduknya bisa dihitung dengan jari. Kalau manusia tinggal di daerah yang padat penduduknya jangan diartikan dunia ini sudah penuh sesak, itu karena manusia menginginkan begitu. Juga tidak perlu menyalahkan penyebab banjir, karena memang manusia senang tinggal di daerah banjir.

Menyaksikan tayangan televisi petang tadi tentang liputan banjir, ternyata kita harus tersenyum dan gembira seperti anak-anak. Dalam tayangan itu terlihat betapa mereka bersuka cita. Tidak peduli airnya keruh atau kotor, mereka berenang sambil bercanda penuh tawa. Jadi siapa bilang banjir itu malapetaka atau musibah?

Yang harus diwaspadai ternyata malah bukan hujan dan banjirnya, tapi kecoa, semut dan hewan-hewan kecil yang biasanya tinggal di dalam tanah akan keluar dan mencari tempat kering di rumah kita. Lalu pohon tumbang dan  juga barang lain seperti  atap seng, billboard, baliho, spanduk dan sejenisnya.

Cipratan air dari jalan yang sengaja atau tidak sengaja terlindas mobil atau motor itu juga harus diwaspadai agar bisa sampai di kantor dalam pakaian rapi. Hujan juga bisa mengakibatkan hubungan internet dan telepon terganggu karena kabel yang basah atau bahkan mengalami hubungan-pendek (kortsluiting). Bila ini terjadi pada kabel listrik, dapat mengakibatkan listrik mati.

Lingkungan yang tiba-tiba berubah basah dan lembab juga menyebabkan penyakit tersebar dengan mudah seperti diare, flu, batuk-pilek, penyakit kulit sampai leptospirosis.

Hujan juga menyebabkan lalu lintas melambat dan kemudian lebih sering macet. Lalu lintas melambat bisa karena adanya genangan air, pandangan pengendara terganggu, lampu lalu-lintas terganggu, kendaraan bermotor mogok di jalan, dan lain-lain. Banyak sepeda motor akan berteduh di bawah jalan layang sehingga menyempitkan ruang untuk kendaraan yang akan lewat. 

Hal yang harus Anda hadapi dengan senyuman selain banjir, pesanan makanan juga kemungkinan besar akan datang lebih lama.

BACA JUGA:
TANAH SURGA
Satire Ramadhan
MAAF LEBARAN DITUNDA SAMPAI LUSA
SHOLATKU INGAT MUDIK
SHOLATKU INGAT JANUROleh: Heru Supanji Walau sem...
HUKUMAN YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA

3 comments:

  1. Pak Heru kok nggak ada di Google Friend Connect saya, udah cabut ya pak?? :D

    Mohon konfirmasinya.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  2. Hehehe...Pak Heru Mohon maaf, ignore aja komen saya sebelumnya. Ternyata ada kok, maaf sudah mengganggu anda.

    ReplyDelete
  3. Hai Alkindi Siregar, bikin kaget saja... soalnya tak pernah terlintas kehilangan seorang teman sepertimu. Salam.

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.