Friday, November 4, 2011

Belajar dari Elvis Presley Sang Legendaris

THERE GOES MY EVERYTHING

Walau aku tidak tumbuh di jaman dimana lagu ini populer, namun kharisma Elvis Presley begitu memukau menembus batas ruang dan waktu. Elvis Presley sangat sempurna mencitrakan isi setiap hati yang patah. Semua tiba-tiba merasa terwakili ketika tiba-tiba dicekam perasaan hampa karena rasa kehilangan.

Cinta boleh datang dan pergi, seperti halnya kehidupan di dunia ini. Namun  satu yang akan tetap abadi, yaitu kenangan indah. 

Mungkin terlambat untuk disesali atau terlampau juga untuk dikatakan, sebuah kenangan segetir apapun pada awalnya adalah kisah yang manis. Jangan pernah menunggu atau  terlambat, itu kunci utamanya.



Sekedar mengingatkan, simaklah nasehat bijak berikut ini:
  • Jangan menunggu untuk tersenyum manis penuh keramahan.
  • Jangan menunggu untuk dicintai, juga untuk mencintai.
  • Jangan menunggu menjadi kesepian dulu, untuk mengenali nilai seorang teman.
  • Jangan menunggu pekerjaan terbaik, untuk mulai bekerja.
  • Jangan menunggu untuk memiliki lebih banyak, untuk berbagi hanya sedikit.
  • Jangan menunggu jatuh dan terpuruk, untuk mengingat nasihat.
  • Jangan menunggu untuk sakit, untuk percaya pada sebuah doa.
  • Jangan menunggu untuk punya waktu, untuk dapat melayani.
  • Jangan menunggu untuk rasa sakit orang lain, karena penyesalan dan perpisahan tidak bisa menebusnya.
  • Jangan menunggu ...karena Anda tidak tahu berapa lama lagi hidup ini bisa dijalani.

Inilah lagu sendu itu, semoga mampu mengurai beban yang menghimpit hati.


(words & music by Dallas Frazier)
There goes my only possession
There goes my everything

I hear footsteps slowly walking
As they gently walk across the lonely floor
And a voice is softly saying
Darling this will be goodbye for evermore

There goes my reason for living
There goes the one of my dreams
There goes my only possession
There goes my everything

As my memory turns back the pages
I can see the happy years we’ve had before
Now the love that kept this heart beating
Has been shattered by the closing of the door

There goes my reason for living
There goes the one of my dreams
There goes my only possession
There goes my everything


1 comment:

  1. sebetulnya yang abadi bukan hanya kenangan indah kenangan buruk juda tetap abadi sampai kita mati

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.