Friday, November 25, 2011

GoVlog ODHA Terjebak Budaya Malu

RASA MALU MERAMPAS USIA ODHA DIAM-DIAM



Kenapa harus malu untuk mengakui dan mengungkap tentang dirimu yang sebenarnya? Semakin cepat kau melepaskan diri dari kungkungan budaya malu yang saat ini kau pertahankan, kau akan semakin cepat memperoleh harapan hidup lebih lama. Lihatlah, kau tidak sendiri dalam kasus ini. Tidak perlu malu karena kau pengidap HIV/AIDS (ODHA).

Aku hanya bisa melakukan studi pustaka karena aku tidak berwenang menjangkaumu. Paling tidak, inilah bentuk kepedulianku kepadamu. Dalam hitungan hari kita akan berada di penghujung tahun 2011, dan tahun baru 2012 akan segera kita jelang. Aku masih ingin bersamamu, tidak hanya melalui Hari HIV/AIDS sedunia 1 Desember 2011 nanti, tapi melalui berpuluh tahun lagi ke depan setelahnya. 

Jadi simak dan renungkan apa yang ingin kupaparkan berikut ini:

Potensi penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kota Sukabumi saat ini cukup tinggi. Upaya pencegahan harus dilakukan lebih serius untuk mengurangi jumlah pengidap HIV/AIDS(ODHA). Jumlah pengidap HIV/AIDS(ODHA) terus bertambah karena banyak penderita HIV/AIDS (ODHA) yang terjebak 'budaya malu' untuk mengungkap kasus yang sebenarnya.

"Masih adanya budaya malu untuk melakukan pemeriksaan akan berakibat vatal bagi penderita HIV/AIDS. Soalnya kasus seperti ini butuh penanganan cukup serius. Minimalnya penanganan kasus ini bisa membantu memperpanjang hidupnya," papar Agus Widarsa, Manager Program YLKI, pada Pelatihan Kesehatan Reproduksi di Hotel Taman Sari Sukabumi (23/11).

Yayasan Lembaga Kasih Indonesia (YLKI) merilis data terbaru mengenai penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Jawa Barat. Kota Sukabumi menduduki peringkat ke dua kasus HIV/AIDS setelah Bandung, dengan jumlah ODHA mencapai sekitar 477 orang. 

Menurut Agus, YLKI  telah melakukan program Pencegahan Penularan Melalui Transmisi Seks (PMTS) di Sukabumi pada Oktober 2011. Program ini dilakukan dengan melakukan penjangkauan dan pendampingan warga yang berpotensi menyebarkan HIV/AIDS, melibatkan sekitar 455 Wanita Penjaja Seks (WPS), 200 tokoh kunci, dan 1.200 pelanggan di Kota Sukabumi. Dari data yang diperoleh ternyata mayoritas diakibatkan pengidapnya melakukan hubungan seks tanpa pengaman dan penggunaan jarum suntik yang tidak seteril.

Proses penjangkauan penderita HIV/AIDS (ODHA) membutuhkan waktu lama. Seseorang yang terjangkit penyakit ini baru bisa diketahui minimal lima tahun. Ciri-ciri umumnya antara lain kehilangan 10% berat badan dalam waktu satu bulan.

Terkait rilis yang dikeluarkan YLKI, Dinkes Kota Sukabumi menyatakan bahwa Kota Sukabumi masih berada di peringkat ke tiga setelah Bandung dan Bekasi. Jumlah penderita HIV/AIDS (ODHA) di Kota Sukabumi mencapai sekitar 470 orang berdasar laporan sejumlah rumah sakit yang dijadikan pusat layanan HIV/AIDS.

Benar kan kalau kau tidak sendiri? Masih ada beratus penderita HIV/AIDS (ODHA) yang bersembunyi sepertimu. Tapi lihat juga masih ada beribu orang yang akan peduli seperti aku, mencoba mengetuk nuranimu tanpa bermaksud menggurui. Cuma untuk mengatakan, kau tidak sendiri dan kita bisa hidup lebih lama berdampingan. 

Aku tahu berat buatmu buat jujur dan mengakui segalanya, selamat berjuang ODHA!

Tautan: VIVAnews http://ureport.vivanews.com/news/read/267382-odha-terjebak-budaya-malu




Peserta dari Kota Sukabumi.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.