Friday, November 18, 2011

Perilaku Hidup Bersih Cegah Hepatitis A

Hepatitis A, Ringan dan Bisa Disembuhkan


Penderita hepatitis A dapat dikenali dari gejala mata dan kulitnya yang menjadi kuning serta air kencing pekat seperti teh. Namun tidak sedikit pasien hepatitis A yang tidak mengalami gejala apapun dan penyakitnya bisa sembuh sendiri. Hepatitis A cenderung ringan dan masih masih disembuhkan.

Virus hepatitis A bisa dilawan dengan perilaku hidup bersih serta diimbangi dengan makanan bergizi cukup. Pasien hepatitis A hanya perlu istirahat di rumah. Jika pasien tidak bisa istirahat maka penyembuhannya akan memakan waktu relatif lama. Hepatitis A merupakan jenis penyakit hepatitis tahap ringan.

Memang hepatitis A menyerang hati, namun penderitanya bisa sembuh dan penyakitnya tidak menjadi kronis. Pengecualian terjadi pada mereka yang sebelumnya sudah menderita infeksi lainnya misalnya menjadi carrier (pembawa virus hepatitis B atau C).

Penyakit hepatitis biasanya terjadi karena virus, terutama salah satu dari ke lima virus hepatitis yaitu A, B, C, D atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning dan infeksi sitomegalovirus. Penyebab penyakit hepatitis non virus adalah alkohol dan obat-obatan.

Hepatitis A merupakan infeski hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A, ditularkan melalui makanan dan minuman dan juga melalui kontak langsung. Hubungan seksual juga bisa menjadi penyebab tertular hepatitis A jika melakukan seksual secara oral atau anal. Virus ini terdapat pada feses pasien yang terinfeksi. Oleh karena itu, makanan dan minuman menjadi media utama penyebab penularan virus ini.

Virus hepatitis B ditularkan melalui darah atau produk darah. Penularan biasanya terjadi di antara para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik. Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan dan virus hepatitis C paling sering ditularkan melalui pemakaian obat yang menggunakan jarum suntik.

Mereka yang belum pernah terkena hepatitis A dianjurkan untuk divaksinasi hepatitis A. Di Indonesia hepatitis A bukanlah vaksin wajib untuk anak seperti halnya vaksin hepatitis B, dan vaksin hepatitis C sampai sekarang belum ditemukan.

BACA JUGA:
Kelalaian Penyebab Kematian di Jalan Raya
Menghindari Pikun di Hari Tua
Internet Pemicu Sex Bebas
Mungkinkah Pendidikan Tanpa Ijazah?Westerling memerintahkan tembak tengkuk, bahkan pe...
Di Jerman, Memaki "Babi Tua" Denda Rp30 Juta
Wanita, Perkosaan, dan Rawannya Angkutan Umum
Surat dari Pelaku Pembantaian Rawagede

2 comments:

  1. Arikel yang menarik dan bermanfaat.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.