Tuesday, November 15, 2011

Ironi Negeri Serba Ada Indonesia

Bangsa Besar Bukan Pengumpul Medali Emas

Tulisan besar judul sebuah surat pembaca di harian lokal itu membuatku terperangah, Bangsa Besar Bukan Pengumpul Medali Emas. Tanpa pikir panjang aku mengempit harian itu dan segera membayarnya. 

Surat pembaca itu berkisar seputar megahnya pembukaan Sea Games yang diselenggarakan di Palembang dengan biaya yang luar biasa banyak. Khusus untuk kembang api saja tidak kurang dari Rp 2 milyar dianggarkan, dan itu hanya dinikmati  dalam hitungan menit. Artinya Rp 2 milyar juga habis dalam waktu yang tidak jauh berbeda.

Rp 2 milyar hanya untuk melihat gemebyar kilaunya. Tapi kita tidak pernah melihat saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan, susah makan, susah tidur, dan susah kerja. Kita tidak pernah berpikir tentang permasalahan itu. Lebih-lebih dalam bulan-bulan ketika musibah terus melanda.

Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang mengumpulkan medali emas tetapi bangsa yang mampu melayani rakyat dengan baik. Sea Games hanya kebutuhan segelintir orang, bukan kebutuhan masyarakat. Olahraga tidak akan mampu menyelesaikan kasus korupsi, justru menjadi ladang baru para koruptor. Buktinya pembangunan Wisma Atlet, menorehkan catatan hitam karya anak bangsa yang gila harta. Belum lagi bangunan dan fasilitas mewah Sea Games yang setelahnya akan jadi bangunan sia-sia karena rakyat tidak dapat menikmtai.

Surat pembaca itu mengingatkan aku pada sebuah anekdot tanya jawab tentang Olimpiade: Olimpiade adalah 3 tahun persiapan, 2 minggu pelaksanaan dan 50 tahun pemulihan ekonomi rakyat. Aku tersenyum simpul sendiri dan mengempit kembali harian itu di ketiak dan segera berlalu. 

Senyumku berubah menjadi tawa, aku merasa lucu sekali setiba di rumah saat menyaksikan siaran di TV.... panitia Sea Games mempasilitasi siswa-siswa dengan atribut negara lain untuk mendukung tim negara-negara itu. Apa-apaan ini?

Tadi Aku sempat melihat sepintas nomor pengirim surat pembaca itu, yang rupanya dikirim via seluler. Entah nomor palsu atau alamat palsu seperti judul lagunya Ayu Tingting, untuk membuktikannya harus ada seseorang yang mendialnya di nomor +6285719538927.


BACA JUGA:

TANAH SURGA
Satire Ramadhan
KEARIFAN LOKAL
MAAF LEBARAN DITUNDA SAMPAI LUSA
SHOLATKU INGAT MUDIK
TIPS BUAT KAMERAMAN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SHOLATKU INGAT JANUROleh: Heru Supanji Walau sem...
HUKUMAN YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA
Menanti
Izinkan Aku Menang

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.