Sunday, November 6, 2011

Natasha Hasting Tiru Patung Olimpiade Roma

Mengenal lebih dekat Natasha Hasting
Pelari lintas medan AS, peraih medali emas Olimpiade dan pelatih kebugaran bersertifikat

Tulisan ini diadaptasi dari catatan Natasha Hastings "Sejauhmana Berpose Bugil Untuk Majalah ESPN 'The Body' Membantuku Mensyukuri Tubuh Atletisku". Tentang narsisme yang dianggap berlebihan oleh sebagian besar orang. Bagaimana tidak menjadi narsis bila upaya keras untuk membentuk tubuh ideal yang sehat, segar dan bugar terwujud?  

Kisah inspiratif ini dipersembahkan untuk Anda agar tetap semangat berkunjung ke sanggar senam atau pusat kebugaran. Percayalah, suatu saat kesehatan dan kebugaran juga akan menjadi milik Anda. Mari simak kisahnya;

Aku yakin sekarang sebagian besar dari Anda telah melihat gambar-gambar saya yang ditampilkan di Majalah ESPN "The Body Issue." Ada ribuan pers dan wawancara sejak saat itu, tapi saat ini saya ingin menggunakan kesempatan memaparkan versi saya sendiri dan alasan untuk melakukan "The Body Issue." Jadi, mohon maaf bila aku tidak berbagi tips kebugaran seperti biasa, tetapi aku ingin membawa kesadaran ke masalah yang sama pentingnya.

Suatu petang di hari Rabu bulan Juli, Aku menerima panggilan ESPN yang tertarik untuk memuatku dalam salah satu terbitan edisi tahunan mereka. Aku sedang keluar seperti biasa di pertengahan minggu melakukan rutinitas seperti menikmati jamuan kopi, manikur dan pedikur. Aku langsung tahu inti masalahnya setelah humasku berbicara. Aku merasa terhormat dan tersanjung bahwa ESPN menginginkanku untuk masalah ini. Ini kesempatan yang datang hanya satu kali. Mereka menginginkanku. Jadi, tentu saja aku sangat senang, dan bahkan tanpa memberikan banyak pertimbangan lagi, aku mengatakan kepada penerbitku, bahwa aku hampir yakin akan melakukannya. Aku membiarkan semua kegembiraan menguasaiku, dan bahkan tidak ada waktu untuk mempertimbangkan dampak ini pada keluarga dan karirku. Aku menelepon ibuku, dan dia sama-sama antusias, tetapi setelah beberapa lama berbicara kami menyadari bahwa aku belum memberikan keputusan kepada ESPN.


Aku berusia 25 tahun, dan mereka mengenal saya dan tahu betul bahwa aku sangat berorientasi pada keluarga. Aku hampir tidak pernah bergerak tanpa konsultasi dengan ibuku, dan aku selalu berpikir apakah tindakanku tidak akan disetujui oleh anggota keluargaku. Aku selalu merasa aku tidak hanya representasi dari diriku sendiri, tapi aku juga representasi dari keluarga. Jadi, beberapa hari berikutnya aku menyempatkan waktu untuk berbicara dengan anggota keluargaku yang pasti akan terjadi beda pendapat tentang bagaimana pandangan mereka tentang masalahku ini, serta menjelaskan kepada mereka sejauh mana masalah ini berarti bagiku.

Kesulitan utamaku pada saat itu adalah memastikan keluargaku dan pacarku merasa nyaman dengan masalah ku berpose telanjang. Aku memiliki saudara berumur 13 tahun yang akan memasuki tahun pertamanya di SMA, dan tentu aku tidak ingin mempermalukan dirinya dengan cara apapun. Dia bersikeras bahwa ia baik-baik saja dengan masalah itu, dan dia berpikir aku harus melakukannya, tapi aku masih sedikit ragu, bahkan tidak yakin bahwa ia  benar-benar mengerti apa yang mungkin terjadi setelah itu. Ibuku bersikap menentang. Seperti seorang ibu, dia tidak yakin tentang putrinya berpose bugil, tapi dia mengerti tujuan pemotretan dan mempercayai penilaian ESPN atas diriku. Dia bilang semua itu adalah keputusanku dan apa pun yang akan aku putuskan ia bangga padaku.

Pacarku adalah pemain bola. Aku harus menunggu lama untuk berbicara dengannya sejak dia memasuki  kamp pelatihan musim itu. Ketika aku akhirnya menelepon, dia sepertiku, langsung tahu apa masalah yang  aku maksudkan. Reaksinya langsung menolak! Dia menjelaskan bahwa majalah itu dikirim ke ruang ganti mereka, dan semua orang tahu kami berpacaran. Seperti pacar siapapun, tidak ada yang ingin teman-teman dan koleganya melihat pacar mereka dalam tubuh telanjang. Maka untuk membuat aku yakin dia menjelekan ESPN.  Tapi mengejutkan, beberapa jam kemudian dia meneleponku kembali, dan mengatakan bahwa ia telah berpikir tentang hal ini dan menurutnya akan menjadi kesempatan besar bagiku. Dia memberiku ijin untuk melakukan pemotretan. Bahkan dengan dukungannya, aku juga dibantu mempengaruhi kakakku.

Aku menghabiskan beberapa hari berikutnya berbicara dengan orang-orang di di USA Track & Field (USATF) dan Komite Olimpiade AS (USOC), memastikan bahwa ini adalah sesuatu yang tidak bermasalah. Aku ingin memastikan ini bukan sesuatu yang akan membuat karirku atau gambarku dalam bahaya. Aku juga berbicara dengan para editor di ESPN. Aku punya banyak pertanyaan untuk mereka. Bagaimana ini mempengaruhi atlet yang telah diekspose di masa lalu? Akan seperti apa gambar yang di ambil? Bagaimana cara mendapatkan gambar yang tepat? Bagaimana mengontrol jumlah gambar yang telah diambil dan dipergunakan? Pada akhirnya aku pikir mereka lebih lelah dariku, karena aku punya begitu banyak pertanyaan, dan aku masih tidak yakin tentang adikku. Namun sebelum sampai batas akhir dimana aku harus membuat keputusan, aku telah berbicara dengan saudaraku dan memastikan dia oke dengan itu. Itulah  ketika akhirnya aku membuat keputusan menjalani sesi pemotretan.

Pengambilan gambar itu merupakan pengalaman tersendiri, karena hal ini belum pernah kulakukan sebelumnya. Aku mengajak ibu ke Miami untuk menemani pemotretan dan untuk membantu meredam ketegangan. Meskipun akhirnya aku tidak mengizinkannya ada di set ketika akhirnya tiba waktu untuk pemotretan, aku harus memberikan keleluasaan kepada ESPN. Aku masih tidak memahami bagaimana  seseorang dapat benar-benar nyaman dengan berpose telanjang untuk orang asing, tetapi mereka melakukan yang terbaik untuk memastikan aku senyaman mungkin. Mereka menjawab semua pertanyaan sebaik mereka melakukan pemotretan. Mereka meyakinkanku bahwa itu akan menjadi foto pribadi, dan mereka tidak akan menggunakan gambar itu tanpa persetujuanku. Di set itu aku, fotografer, asisten fotografer dan pengarah gaya. Para penata rambut keluar masuk ruangan, tapi hanya untuk menata rambutku di sana-sini. Itu semua sebenarnya hanya untuk meyakinkan bahwa aku merasa nyaman.

Sekarang, aku sudah membeberkan latar belakang keluarga dan proses itu terasa seperti apa, tapi aku ingin menjelaskan bahwa hal ini berarti bagiku. Aku bilang ketika mendapat telepon aku langsung tersanjung. Aku menyadari apa masalah itu dan apa yang mereka minta. Aku telah melihat isu-isu sebelumnya dan berpikir gambar itu dilakukan untuk mengundang birahi. Bagiku, itu adalah perayaan tubuh seorang atlet. Ini adalah cara untuk menunjukkan bagaimana kita tampil dalam berbagai bentuk dan ukuran, dan cara untuk menunjukkan kerja keras yang kita lakukan setiap hari. Pose kami mencerminkan olahraga dalam beberapa mode, sehingga bukan tanpa tujuan atau hanya foto bugil. Semua telah dibeberkan. Kita semua pernah mencapai beberapa hal-hal besar dalam karier kita, dan tubuh kita memainkan peran besar dalam hal itu.

Aku tahu bahwa aku memiliki pengikut yang banyak, terutama gadis-gadis muda. Jadi, aku yakin banyak yang bertanya-tanya apa pesan yang ingin kusampaikan kepada mereka. Aku mengerti ini adalah masalah yang untuk audiens yang lebih dewasa, dan jika itu akan dibagi dengan orang dewasa muda, orang dewasa harus menjelaskan kepada mereka apa yang digambarkan majalah ini. Untuk gadis-gadis muda, seingatku di SMA dulu aku sexy karena ramping dan berotot. Aku tidak merasa terganggu dengan masalah itu, karena ibuku selalu mendorongku dan membuatku merasa lebih baik dengan diri sendiri. Aku juga mengerti bahwa kebanyakan yang kucapai adalah karena tingkat kebugaranku. Kendati demikian sering kita dengar perempuan muda dan bahkan orang dewasa mengatakan bahwa mereka tidak ingin bermain olahraga atau bekerja terlalu keras karena takut terlihat jantan. Sekarang katakan, apakah ada perempuan yang Anda lihat dalam masalah ini, sebagai "penggemar" seperti kita, terlihat jantan? Masyarakat memiliki cara untuk membuat kita percaya satu tampilan tertentu atau ukuran atau bentuk yang menarik. Aku beritahu, aku hampir tidak cocok dengan semua kategori tersebut. Aku bukan ukuran 0, aku tidak seberat 100 pound, dan aku tidak punya payudara besar, tapi aku masih seorang wanita dan aku masih cantik.

Aku ingat sewaktu kecil dulu dan berkunjung ke rumah kakek-nenekku di Trinidad. Nenekku pecinta seni dan memiliki beberapa lukisan telanjang di sekeliling rumah - semua sosok ibu. Aku ingat satu waktu berdiri dalam antrean di toko kelontong dengan dia, dan Britney Spears telah melakukan pemotretan telanjang untuk sampul majalah  ketika ia hamil anak pertama. Nenek meraih majalah dan berseru, "Saya ingin melihat wanita hamil telanjang!" Aku masih muda, dan itu menurutku agak aneh, tapi saat aku beranjak dewasa aku menyadari itu seni. Itu adalah ekspresi tentang bagaimana Allah menciptakan kita dan keindahan di mana Ia menciptakan kita. Sekarang, aku pastikan tidak hamil, aku juga tidak berniat untuk memiliki anak dalam waktu dekat, tapi tubuhku adalah seni juga! Ini adalah tampilan semua kerja kerasku yang telah dimasukkan ke dalam seluruh kehidupanku. Orang-orang melakukan perjalanan berkeliling dunia untuk melihat patung telanjang di luar Stadion Olimpiade di Roma. Patung-patung yang menunjukkan otot-otot menonjol dan bentuk bagian tubuh atas para atlet '. Jadi fotoku hanyalah tiruan dari seni patung Romawi. Bahkan, ada patung di luar stadion itu yang aku tiru.

Walau tadi kukatakan tidak akan memberikan tips untuk bulan ini, tapi kupikir harus berbagi setidaknya walau satu. Setiap bulan aku menghampiri Anda dengan tips kebugaran dan kebiasaan makan yang sehat dan cara untuk menurunkan berat badan. Tapi bulan ini aku ingin mengungkapkan bahwa dari  semua hal yang penting ialah mengasihi diri kita sendiri dan mencintai tubuh kita. Jangan menungu masyarakat memberitahu Anda apa yang indah. Anda menciptakan kecantikan Anda sendiri, dan Tuhan memberi Anda cara yang diperlukan untuk tampil cantik!

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.