Monday, November 14, 2011

Penyimpangan Perilaku Seks Remaja

Gaya Pacaran Remaja Semakin Berani



Sudah tidak aneh bagi mata kita melihat sepasang remaja dengan mesra bahkan berangkulan di depan umum. Tidak seorangpun berniat menghentikan perbuatan itu karena dianggap biasa saja. Sebenarnya walau hanya mengaitkan tangan, hal ini sudah termasuk pada perilaku seks yang menyimpang dan bisa berlanjut pada tahap yang lebih mengejutkan.

Jangan remehkan pegangan tangan. Walau kasat mata ini hanya perilaku  seks kecil yang tidak ada apa-apanya tapi bisa menjurus pada hal yang menyimpang. Berpegangan tangan ada yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Boleh dilakukan jika tidak menyebabkan rangsangan. Jika dengan memegang tangannya menyebabkan rangsangan, maka harus segera dihentikan.

"Awalnya emang cuma pegangan tangan, terus rangkulan, lama-lama pacarku berani mencium. Menciumnya pun bertahap dari kening, pipi, mulut, leher, sampai ke bagian intim. Terus berlanjut sampai akhirnya melakukan hubungan suami istri," pengakuan seorang siswi kelas 11 sebuah SMA Bogor seperti tertulis di sebuah media.

Usia remaja ditandai sifat eksibisionis. Selalu melawan dan keberatan dengan aturan-aturan. Tidak heran bila remaja masa kini senang mempertunjukkan perilaku seksual di tempat umum. Solusi permasalahan ini alternatifnya adalah seks edukasi sejak dini selain penanaman masalah moral dan agama.

Remaja berani mempertontonkan atau melalukan perilaku seks di tempat umum bermula dari kondisi rumah yang mengekang atau kondisi rumah yang longgar dari pengawasan. Berawal dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekolah bertanggungjawab atas hal tersebut. Maka seks edukasi sejak dini diharapkan mampu berperan sebagai tindakan preventif.


BACA JUGA:

2 comments:

  1. betul, pegangan tangan jangan di remehkan, tapi saya pegangan tangan sama istri menimbulkan ransangan. trus berlanjut di kasur. itu wajar karna sudah halal, yang parah adalah orang yang masih pacaran, bisa bikin deg deg an, gak bisa menguasai bisa fatal akibatnya

    ReplyDelete
  2. Menurut saya, yang paling penting diantara semuanya adalah peran orang tua. Sayangnya kebanyakan orang tua sekarang hanya memburu harta serta berpikir anak akan cukup bahagia dipenuhi dengan uang. Padahal faktor psikologis itu lebih penting. Ketiadaan orang tua secara psikologis mendorong remaja menuju seks bebas, narkoba bahkan yang lebih buruk: bunuh diri.

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.