Thursday, December 22, 2011

Salah Kaprah di Hari Ibu

Hari dimana aku ingin bersimpuh di kakimu, sungguh aku rindu pulang....


Hari ini tentu saja hari Kamis, akan seperti hari-hari Kamis yang lain dalam setiap minggu-minggu yang telah kita lalui, yang membedakan hari Kamis ini lebih istimewa karena hari ini tanggal 22 Desember. Kalau Anda lupa ada apa di hari istimewa ini, ada baiknya saya ingatkan untuk segera pulang dan bayangkan Ibu Anda saat ini sedang menunggu dengan harap-harap cemas kepulanganmu. 

Hari di 22 Desember memang kita peringati sebagai Hari Ibu. Di Indonesia, Hari Ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Pertanyaan sederhana saya, 'ini Hari Ibu yang ke berapa dalam hidup Anda?' 

Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan ini layaknya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Kita terlanjur salah kaprah mengartikan Hari Ibu sebagai mother's day. Akibatnya, peringatan hari ibu pada 22 Desember itu dianggap memperingati peran seorang ibu belaka.

"Kita banyak mengalami miskomunikasi dalam memperingati Hari Ibu, di mana Hari Ibu itu diperingati seperti Mother`s Day di Amerika, padahal bukan. Hari Ibu itu hari pergerakan perempuan," katan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dewi Motik di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (21/12).

Peringatan Hari Ibu seharusnya menegaskan adanya kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki. Perempuan dan laki-laki tidak ada bedanya. Sama-sama mempunyai kemampuan dan mempunyai hak yang sama. Perempuan pun bisa memimpin seperti halnya kaum lelaki.

Siapa yang meragukan kemampuan perempuan seperti ditunjukkan oleh Siti Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW dan Siti Aisyah dalam masa perjuangan? Bahkan Rasulullah juga menyuruh umatnya untuk mengutamakan ibunya daripada ayahnya, bahkan tidak main-main, oleh Rasulullah, ibu disebut tiga kali. "Ibumu, ibumu, ibumu, baru ayahmu."

Bagi siapapun ibu merupakan orang yang paling penting dalam hidup. Ibu adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Tidak ada orang penting tanpa lahir dari seorang ibu. Ibu adalah segala-galanya. 

Meskipun Anda sudah bisa memberi mobil atau kesenangan lainnya, tetap saja Anda harus pulang karena seorang ibu tetap masih merindukan Anda pulang dan menyapannya paling tidak.

Selamat Hari Ibu, Ibundaku 'Komariah'
Selamat Hari Ibu, Ibu Mertua 'Siti Marfu'ah'

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.