Thursday, December 1, 2011

Aksi Global Akhiri HIV-AIDS Tahun 2020?

HIV-AIDS (ODHA) Bersanding dengan Kemiskinan 


Hari AIDS sedunia kembali diperingati 1 Desember 2011. Moment ini pertama kali dicetuskan oleh James W Bunn dan Thomas Netter (1987) dari Program AIDS Global Organisasi Keehatan Sedunia di Jenewa, Swiss.

Adanya virus HIV-AIDS sudah 30 tahun bila dihitung sejak diumumkan pada 5 Juni 1981 oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC). Walau sebenarnya virus ini sudah dikenal para ilmuwan sejak tahun 1950-an. Dalam tiga puluh tahun terakhir para ilmuwan dunia berhasil menciptakan berbagai obat untuk mengatasi masalah HIV-AIDS, diantaranya yang terampuh adalah antiretroviral. Obat ini terbukti mampu memperpanjang usia harapan hidup pengidap HIV-AIDS dan merubah kondisi epidemi AIDS global.

Laporan terbaru lembaga PBB yang menangani masalah HIV-AIDS (UNAIDS), sejak 2005 - 2010 jumlah kematian akibat HIV-AIDS menurun 21 persen. Data UNAIDS, pada 2005 jumlah kematian yang terkait AIDS mencapai 2,2 juta, sedangkan pada 2010, hanya 1,8 juta.

Kehadiran antiretroviral menyebabkan AIDS kini bukan lagi sebagai penyakit mematikan. Angka kematian akibat AIDS terus menurun dan konsekwensinya makin banyak orang dengan HIV-AIDS (ODHA) hidup lebih lama. Data UNAIDS menunjukkan jumlah ODHA di dunia mencapai 34 juta (2010) naik dari 33,3 juta (2009). Masalahnya akses obat antiretroviral di negara-negara miskin tidak semudah di kawasan negara-negara maju sehingga  HIV-AIDS masih menjadi problem utama dunia yang harus dituntaskan secara multilateral. Jumlah kasus infeksi baru HIV-AIDS dan ODHA di kawasan Afrika Sub-Sahara, Asia (Selatan, Timur dan Tenggara), Timur Tengah dan Afrika Utara masih tinggi dibandingkan dengan negara-negara Erofa Barat dan Amerika.

Kawasan Afrika Sub-Sahara menjadi wilayah yang memiliki jumlah ODHA terbanyak yaitu 22,9 juta orang, dengan angka kematian akibat HIV-AIDS sebanyak 1,9 juta orang. Sedangkan di negara-negara Erofa Barat dan AS relatif rendah, hanya 9.900 orang dan 20.000 orang. 

Berdasarkan pemetaan global epidemi HIV-AIDS, bayi yang lahir di negara miskin tiga belas kali lebih mungkin untuk mati sebelum mencapain usia lima tahun daripada bayi yang lahir di negara maju.  Setiap menit perempuan meninggal terkait masalah kehamilan, dua pertiga dari populasi perempuan pengidap HIV dunia tinggal di wilayah tersebut. Umumnya negara-negara miskin mengandalkan bantuan dari negara-negara maju untuk memerangi penyebaran HIV-AIDS. Masalah lain juga adanya hambatan berupa kultural di Asia dan Afrika berupa ketabuan dalam membicarakan seks.

Berikut ini perjalanan 30 tahun HIV-AIDS
  • 5 Juni 1981, CDC mengumumkan adanya virus baru yang mematikan.
  • 1982, Terminologi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) pertama kali dipakai.
  • 1984, Virus itu dinamai HIV.
  • 1985, Rock Hudson meninggal akibat AIDS, Ryan White seorang remaja yang terinfeksi AIDS akibat perawatan hemofilia dikeluarkan dari sekolah.
  • 1987, Penampilan pertama AIDS Memorial Quilt di Pusat Perbelanjaan Nasional di Washington DC.
  • 1991, Pita merah pertama kali dikenakan oleh Jeremy Irons dan pebasket NBA Magic Johnson yang terinfeksi HIV.
  • 1993, Film Philadephia, yang bercerita soal pendertia AIDS berhasil meraih Oscar.
  • 2000, Angka infeksi di AS di antara warga Afrika Amerika meningkat ketimbang kalangan homoseksual.
  • 2011, Angka kematian mencapai 22 juta dari 60 juta yang terinfeksi, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon meminta ada aksi global untuk mengakhiri penyakit AIDS pada tahun 2020.
Dari berbagai sumber.

Baca Juga:
GoVlog ODHA Terjebak Budaya Malu
(GoVlog) ODHA di Antara Remaja
Perilaku Hidup Bersih Cegah Hepatitis A
Kemeja Batik Tak Berkancing
Senyum dan Tawa Sehatkan Jantung
Ironi Negeri Serba Ada Indonesia
18 Nasihat Saat Usia 18
Penyimpangan Perilaku Seks Remaja

3 comments:

  1. terima kasih infonya... saya seneng lagunya..

    ReplyDelete
  2. nice info.....

    komment balik yaaaa
    follow jg yaa

    ReplyDelete
  3. infonya lengkap banget...thanks

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.