Friday, December 30, 2011

Saat Memilih untuk Bercerai

Menjadi Orang Tua Tunggal Adalah Pilihan



Tidak ada yang salah dengan pilihan menjadi orangtua tunggal, istilah kerennya single parent. Pilihan yang tidak mudah, dan biasanya sebagai pilihan terakhir setelah tidak ada jalan lain yang lebih baik. 

Tingginya angka perceraian di masyarakat dewasa ini menunjukan tingkat kesadaran hukum masyarakat. Hanya masyarakat yang sadar hukum akan bersedia menyelesaikan perkaranya di pengadilan. 

Menurut laporan amil (pembantu pencatat pernikahan) di beberapa daerah ternyata masih banyak perceraian di bawah tangan. Terjadinya perceraian bawah tangan ini sangat disayangkan karena melalui cara ini ada pihak yang dirugikan, utamanya pihak perempuan. 

Perkara yang masuk ke Pengadilan Agama, tidak semua diputus karena banyak juga yang akhirnya rujuk kembali maupun mencabut perkaranya. Perkara terbanyak yang masuk di pengadilan didominasi gugat cerai  dari pihak istri dengan latar belakang persoalan ekonomi. Sedangkan penyebab perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perselingkuhan  hanya sebagian kecil saja.

Upaya yang sudah dilakukan Pengadilan Agama untuk menekan angka perceraian yaitu dengan menyarankan agar pasangan yang akan menikah terlebih dahulu melakukan konsultasi melalui lembaga yang sah.

Di masa depan mungkin Indonesia akan mengadopsi sistem seperti di Malaysia, dimana yang mau menikah bisa mengikuti pendidikan dan pelatihan dulu untuk mendapat sertifikat, baru kemudian menikah.  

1 comment:

  1. kalau menurut saya cerai itu bukan pilihan tapi musibah

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.