Friday, December 2, 2011

Pengadilan Tipikor Harus Bubar?

Kejahatan Korupsi Bukan Hanya di Pusat Kekuasaan (Jakarta)


Setelah berbagai kasus hukum baik kriminal maupun korupsi tidak jelas penyelesaiannya, kini muncul berbagai pendapat dan komentar tentang jalannya pengadilan terhadap terduga pelaku tindak pidana korupsi yang peradilannya dilaksanakan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor). Masyarakat kecewa terhadap vonis Pengadilan Tipikor di berbagai daerah yang banyak membebaskan terdakwa kasus korupsi.

Vonis hakim di pengadilan itu hanya ada dua, dihukum atau dibebaskan. Jadi sebenarnya vonis hakim terhadap terdakwa yang berupa pembebasan bukanlah hal yang luar biasa. Namun vonis pembebasan oleh hakim terhadap terdakwa kasus korupsi menjadi luar biasa karena berlawanan dengan spirit memberantas korupsi yang tinggi dari masyarakat, hakim dianggap tidak responsif terhadap keinginan masyarakat dalam membantu meberantas kejahatan korupsi.

Kebijakan moratorium remisi bagi napi korupsi dan terorisme yang digulirkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia menambah karut marut penegakan hukum dan jalannya proses peradilan pidana yang sudah diatur oleh berbagai perundang-undangan. Walau akhirnya ada ralat bukan moratorium namun pengetatan. 

Ide moratorium secara tidak langsung menunjukkan kepanikan pemerintah dalam memberantas korupsi. Pemerintah terkesan seolah-olah hanya ingin memuaskan nafsu balas dendam terhadap pelaku dan memberi citra baik kepada masyarakat bahwa pemerintah sungguh-sungguh menjadikan koruptor sebagai musuh. Ditinjau dari legal aspek, ide moratorium kepada napi (apapun kasusnya) adalah pelanggaran terhadap berbagai perundang-undangan khususnya Undang-Undang tentang Pemasyarakatan.

Undang-Undang Pemasyarakatan menjelaskan, pemidanaan seseorang bukanlah untuk balas dendam atau penjeraan tetapi tujuan pemidanaan yang dijalani oleh terpidana di lembaga pemasyarakatan adalah untuk resosialisasi atau untuk menjadikan terpidana menjadi "orang baik" manakala bebas dari lembaga pemasyarakatan. Salah satu pembinaan adalah dengan cara pemberian remisi, yaitu latihan warga binaan beradaptasi dengan masyarakat sebelum mereka benar-benar bebas dari lembaga pemasyarakatan.

Ide penghapusan remisi untuk terpidana koruptor menimbulkan pertanyaan, apakah terpidana koruptor itu tidak memerlukan pembinaan? Apakah penghukuman atau pemidanaan kepada koruptur bertujuan penjeraan atau balas dendam atau sama dengan narapidana lain bahwa pemidanaan untuk resosialisasi? Ide penghapusan remisi untuk terpidana korupsi diikuti ide instan berupa pembubaran Pengadilan Tipikor di daerah karena kecewa terhadap beberapa putusan Pengadian Tipikor yang kebetulan secara berturut-turut membebaskan terdakwa korupsi dan sekaligus evaluasi terhadap keberadaan hakim-hakim tipikor.

Keberadaan Pengadilan Tipikor di daerah adalah amanat Undang-Undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Ditinjau dari legal aspek, keberadaan Pengadilan Tipikor sangat kuat, jadi aneh sekali bila tiba-tiba ada ide pembubaran dengan alasan menghambur-hamburkan anggaran negara dan terutama karena merupakan surga bagi pelaku korupsi karena putusan-putusannya tidak mencerminkan keinginan rakyat.

Sungguh berat beban Pengadilan Tipikor di Jakarta apabila semua kasus korupsi diadili di Jakarta. Kita hanya memerlukan evaluasi atas seleksi keberadaan hakim ad hoc tipikor yang sudah ada. Mahkamah Agung jangan lagi sekedar mengejar target tanpa memperhatikan kualitas dan integritas hakim ad hocnya, tetapi selektif menjaring calon hakim ad hoc yang teruji kualitas moralnya. 

Membubarkan Pengadilan Tipikor dan menghapus remisi untuk napi korupsi tidak akan menyelesaikan masalah penegakan hukum terhadap kejahatan korupsi. Ada cara yang belum pernah dilakukan oleh hakim dan Pengadilan Tipikor dalam mengadili kasus korupsi, yaitu menjatuhkan pidana maksimal terhadap pelaku korupsi padahal hakim mempunyai judicial discreation  yang tidak bisa diganggu gugat dan sifat hakim yang otonom. 

Baca Juga:
GoVlog ODHA Terjebak Budaya Malu
(GoVlog) ODHA di Antara Remaja
Perilaku Hidup Bersih Cegah Hepatitis A
Kemeja Batik Tak Berkancing
Senyum dan Tawa Sehatkan Jantung
Ironi Negeri Serba Ada Indonesia
18 Nasihat Saat Usia 18
Penyimpangan Perilaku Seks Remaja

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.