Senin, 12 Desember 2011

Legenda Pulau Kemaro

2nd honeymoon to Palimo via Kemaro Island


Ini yang ingin kulakukan, pulang kampung, mengenang masa kecil dan mengulang bulan madu. Menyusuri Sungai Musi dan singgah di Pulau Kemaro. Ke Palembang, aku akan kembali..... walau apapun yang akan terjadi. (Meminjam lagu Koes Plus, Kembali Ke Jakarta)..... romantis ya?

Pulau ini sebenarnya sebuah delta kecil di tengah  Sungai Musi, Kota Palembang. Sepintas lalu pulau ini tidak terlihat istimewa selain tidak pernah terendam oleh air Sungai Musi. Pulau seluas 500 meter persegi ini terkenal dengan sebutan Pulau Kemaro atau Pulau Kemarau. Nama ini berasal dari cerita turun-temurun bahwa dalam beberapa kali peristiwa naiknya Sungai Musi, Pulau Kemaro tidak pernah tenggelam. Fakta ini membuat Pulau Kemaro menjadi sebuah legenda di Palembang.

Menurut cerita, Pulau Kemaro bukan pulau sembarangan. Kisahnya berawal pada sekitar abad ke-14 ketika seorang putri Kerajaan Palembang, Siti Fatima yang disunting oleh seorang saudagar Tionghoa, Tan Bun An. 

Tan Bun An membawa istrinya Siti Fatima ke Tiongkok untuk diperkenalkan kepada kedua orangtuanya. Setelah beberapa waktu lamanya disana, pasangan ini berpamitan kepada orangtua Tan Bun An dan kembali ke Palembang. Orangtua Bun An membekali mereka dengan tujuh buah guci.

Ketika kapal mendekati Palembang, di tengah Sungai Musi dekat Pulau Kemaro berada sekarang rasa ingin tahu Tan Bun An yang sangat besar membuatnya membuka guci pemberian orangtuanya. Hatinya yang berharap mendapat hadiah dati orangtuanya kecewa ketika guci pertama yang dia buka berisi sayur sawi asin. Tanpa berpikir panjang guci itupun langsung dibuang ke Sungai Musi.

Guci ke dua juga tampak bersisi sayur sawi asin dan langsung dibuang ke sungai, hingga guci ke enam Tan Bun An melakukan hal yang sama. Namun guci yang ke tujuh sempat pecah di atas kapal saat akan dibuang, dan tampak olehnya hadiah berupa tael emas berada di bawah sayur sawi asin. Rupanya tanpa sepengetahuan Tan Bun An, orangtuanya telah menyamarkan hadiah tael emas di bawah tumpukan sayur sawi asin di dalam guci untuk berjaga-jaga kalau kapal dibajak pada perjalanan.

Tan Bun An memerintahkan anak buah kapal menyelam mencari guci yang dibuang. Arus bawah Sungai Musi yang deras menghanyutkan anak buahnya dan tidak muncul lagi ke permukaan. Tan Bun An lalu memerintahkan pengawalnya menyelam, dan pengawalnya juga tak pernah muncul lagi ke permukaan.

Tan Bun An tidak sabar menunggu dan melompat sendiri ke sungai untuk mencari sendiri guci yang sudah dibuangnya. Setelah lama menunggu, Siti Fatima tak melihat suaminya muncul kembali.  Akhirnya Siti Fatima juga melompat ke sungai dan bernasib sama, tak pernah muncul kembali ke permukaan Sungai Musi.

Pulau Kemaro yang pada awalnya masih berupa gundukan kecil kemudian muncul di tengah Sungai Musi, tak lama setelah tenggelamnya Siti Fatima dan Tan Bun An. Peristiwa ini yang meyakinkan penduduk bahwa Pulau Kemaro merupakan makam bagi Siti Fatima. 

Ketika Pulau Kemaro membesar seperti saat ini, di atasnya dibangun sebuah kelenteng Hok Tjing Bio. Sebuah pagoda juga dibangun, yang memudahkan orang melihat pulau dari kejauhan.

Menuju Pulau Kemaro tidaklah sulit, di bawah jembatan Ampera Palembang terdapat beberapa dermaga. Kita bisa menggunakan bus air atau ketek (perahu motor) yang akan melayani wisata air ke Pulau Kemaro. Ongkos perjalanan satu rit pulang pergi kisaran Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per orang atau tergantung jenis perahu yang digunakan. Satu rit penumpang yang dibawa biasanya sekitar sepuluh orang. 

Dari jembatan Ampera ketek/bus air akan melewati Pasar "16"  Ilir, kemudian melewati Pelabuhan Boom Baru, lalu melewati Pusri dan setelah 30 menit perjalanan, Pulau Kemaro sudah terbentang di depan mata dengan pagodanya yang kalau malam hari tampak indah dipenuhi cahaya lampu.

Saat Kita tiba di gerbang Pulau Kemaro akan disambut tulisan "Selamat Datang Makmur Sejahtera".

1 komentar:

  1. kelihatannya ini destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi .. semoga ada kesempatan kesana

    BalasHapus

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.