Sunday, December 11, 2011

Mengenang Sondang Hutagalung

Tanpa Pesan Tapi Berkesan 


Banyak yang menduga-duga siapa sebenarnya Sondang Hutagalung, lelaki yang nekat membakar dirinya tepat di depan Istana Merdeka Jakarta, Rabu, 7 Desember 2011 lalu? Pria itu adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta angkatan 2007, Sondang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Victor Hutagalung dan Dame Sipahutar. Adik dari Bob, Herman, dan Tersi.

Sondang, mendapat kepercayaan menjadi Ketua Himpunan Aksi Mahasiswa Marhaenisme untuk Rakyat Indonesia (Hammurabi). Organisasi yang dipimpin Sondang kebetulan suka aktif di kegiatan 'Sahabat Munir'. Semasa kuliah, Sondang sering terlibat berbagai aksi unjuk rasa.

Sondang dikenal sebagai sosok aktivis yang kerap terlibat dalam berbagai upaya advokasi pelanggaran HAM. Terakhir kali, Sondang dan kawan-kawannya menggelar aksi mengenang almarhum Munir. Sondang memerankan pembunuh Munir lewat aksi teatrikal dan setelah itu Sondang pamit untuk 'cuti' karena akan ngebut skripsi dan sempat menitipkan organisasi Hammurabi. "Dia pribadi yang unik, selalu membuat suasana demonstrasi lebih hidup dan cukup kreatif," kata Chris staf Divisi Kontras. 

Sebelum nekat membakar dirinya sendiri, Sondang diketahui menitipkan barang bawaannya ke seorang sahabatnya berupa handphone, dompet, dan seluruh identitasnya yang membuat polisi kesulitan mengungkap identitasnya. Alasan Sondang melakukan aksi itu tidak pernah diketahui. 

Sondang dikenali dari gigi, kaki, dan sepatu yang masih menempel. Sepatu pantofel hitam yang dipakai Sondang ternyata tidak terbakar. Itulah yang membawa keluarga Sondang Hutagalung datang ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk menjalani tes DNA. "Kata mamanya, sepatu itu akan dipakai untuk persiapan wisuda," kata tantenya, Nyonya Sipahutar.

Sondang Hutagalung, pelaku bakar diri depan Istana Merdeka pada Rabu, 7 Desember lalu akhirnya menghembuskan nafas terakhir di ICU Unit Pelayanan Terpadu Luka Bakar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, pukul 17.45,  Sabtu 10 Desember 2011.

Di mata rekan-rekannya, Sondang terkenal sebagai aktivis sosial. Sebelum ditemukan membakar diri, Sondang telah menghilang sekitar 3 minggu sampai sebulan. 

Apapun tujuanmu, kau telah sampai di ujung perjalanan. Selamat jalan kawan, dan ini selarik puisi untuk  mengenang perjuanganmu....


Tanya Berjawab Tanda Tanya
(Kepada SBY Bapakku)


Kau tidak bergeming dari tempat dudukmu
Bahkan melirikpun tidak
Lurus pandanganmu seolah tak acuh
Aku tahu batinmu tercabik
Saat anakmu merajuk
Menyiramkan bensin di tubuhnya
Lalu memantik api

Aku tahu
Diam-diam kau menitikkan airmata
Dalam kepura-puraan kau simpan duka
Dan wajahmu sedingin pualam
Tatap matamu semakin terbiasa dengan kematian

Kenapa diam saja Bapa?
Itu yang ingin kutanya dan kudengar jawabnya
Bahkan sampai aku mati 
Jawabnya masih tanda tanya

Gundah hati terbias di wajah tuamu
Kau semakin tua Bapak
Sekuat apapun cengkram tanganmu di lengan singgasana
Tahtamu sudah saatnya kau lepas
Sebelum terlambat dirampas tangan beringas
Intrik istana dan perebutan kekuasaan

(didedikasikan pada Sondang Hutagalung)


Puri Sunyi, 12 Desember 2012
Kepada SBY Bapakku


2 comments:

  1. Semoga Beliau lekas sembuh, dan semoga juga kenegaraan kita juga lekas sembuh..

    ReplyDelete
  2. kasian juga yaa dia akhirnya meningggal, semoga namanya selalu dikenang dan semoga tidak ada lagi mahasiswa yang nekat membakar diri seperti sondang

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.