Thursday, December 8, 2011

Peningkatan Suhu Bumi Mengancam Kehidupan

Benarkah Bumi Semakin Panas? 


Sejumlah ilmuwan bersikukuh, pemanasan global bukan hal yang nyata. Fakta saat ini menunjukkan sebaliknya, pemanasan global adalah suatu yang nyata yang harus diatasi semua umat manusia karena bumi kita satu dan jika rusak maka semua penghuninya akan merasakan dampak degradasi dalam hal itu. 

Suhu bumi akan terus meningkat dalam tahun-tahun mendatang. Data terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMA) mencatat 2011 sebagai tahun terpanas sejak catatat soal cuaca dibuat pada 1850. Peningkatan suhu global ini akan berimplikasi terhadap masalah pangan, kekeringan, dan pola cuaca. 

“Hasil kajian ilmu pengetahuan menunjukkan dunia kita semakin menghangat akibat peningkatan aktivitas manusia,” kata Jerry Lengoasa, Wakil Sekjen WMA pada Konferensi Iklim Bumi di Durban. 

Sejumlah aktivitas manusia yang telah menyebabkan terjadinya anomali cuaca diantaranya berupa penggunaan mobil, penggunaan listrik berlebihan, dan penggunaan bahan-bahan yang mengandung aerosol. Semua kegiatan tersebut membentuk efek rumah kaca yang semakin meningkat dan memicu pemanasan global. Akibat perubahan iklim yang tidak menentu, para petani di negara-negara miskin menderita kerugian akibat gagal panen. 

Hasil kajian Universitas Standford menyimpulkan gelombang panas akan menjadi fenomena umum di masa depan. Dalam beberapa tahun ini banyak orang dari berbagai negara meninggal akibat hawa panas, kebakaran hutan dan banjir pun menjadi hal yang paling sering terjadi di abad ini. 

Dalam 30 tahun mendatang peningkatan gelombang panas seperti di Amerika Serikat bagian timur baru-baru ini akan melanda kawasan lainnya, ungkap Prof Noah Diffenbaugh dari Universitas Standford. 

Bukti Bumi Makin Panas 
  • Suhu dunia 2011 menempati peringkat kesepuluh daftar rekor tahun terpanas di muka Bumi. 
  • Tahun ini juga menbjadi tahun terpanas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang ditandai La Nina (yang sebentulnya relatif memberi dampak pendinginan suhu). 
  • Ke-13 tahun terpanas yang tercatat dalam rekor, semua terjadi dalam 15 tahun terakhir sejak 1997. 
  • Luas bentang laut es di Arktik pada 2011 menjadi yang terendah kedua dalam sejarah, volume es di samudra Kutub Utara menjadi yang terendah. 
  • Periode 2002 – 2011 sama dengan 2001 - 2010 sebagai dekade paling panas; 0,4 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang. 
  • Iklim global 2011 sangat dipengaruhi La Nina yang tercipta di Pasifik tropis pada pertengahan 2010 dan berlanjut hingga Mei 2011. Ini menjadi yang terkuat dalam 60 tahun terakhir dan terkait erat dengan kekeringan di Afrika timur, kepulauan di pusat ekuator Pasifik dan bagian Selatan AS, serta serta banjir di selatan Afrika, Australia timur dan selatan Asia. 
Protol Kyoto menjadi saksi sulitnya menciptakan bumi yang sehat. Kampanye besar-besaran dilakukan sejumlah organsiasi lingkungan hidup untuk mengingatkan komitmen negara maju yang sampai saat ini belum setuju untuk memberikan kontribusi berupa finansial kepada negara-negara berkembang untuk mengimplementasikan Protol Kyoto. Konferensi Lingkungan di Durban berhasil memaksa negara maju untuk memberikan bantuan kepada negara-negara miskin menyehatkan lingkungan melalui implementasi kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan.

Baca Juga
Menjadi Tokoh Teladan Hidup Sederhana
Siapa Miss Vagina Terindah 2011?
Mahatma Gandhi Menuju Damai Tanpa Kekerasan
Kopi Hitam Untuk Kanker Kulit
Kartu Pelajar Bukan Pengganti KTP Atau SIM?
Pengadilan Tipikor Harus Bubar?
Aksi Global Akhiri HIV-AIDS Tahun 2020?

1 comment:

  1. bener... es dikutub utra jg sdh mncair n trblah :(
    jgn lpa mmpir ke eMingko Blog

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.