Thursday, January 26, 2012

Surat Permintaan Maaf Afriyani Susanti

Kata Maaf Yang Terlambat



Afriyani Susanti pengemudi Daihatsu Xenia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Sembilan korban tewas di kawasan Gambir menuju Tugu Tani, Jakarta Pusat. Sayangnya permohonan maaf itu disampaikan melalui surat dan diwakilkan kepada keluarganya dan kuasa hukum serta terlambat empat hari setelah kejadian, demikian menurut pendapat beberapa keluarga korban tersebut. 

Di hadapan wartawan dari beberapa media, adik Afriani, Ayu, membacakan isi surat permohonan maaf tersebut sambil berurai air mata. Berikut isi lengkap surat permohonan maaf Afriani, seperti disiarkan RCTI, Kamis (26/1/2012):


Assallammualaikum Wrh Wbr

Dengan ini saya Afriyani Susanti, melampirkan surat pemohonan maaf atas kecelakaan yang terjadi pada hari Minggu tanggal 22 januari 2012, lewat keluarga saya dan kuasa hukum saya.

Sesungguhnya saya telah merasakan penyesalan yang sangat terdalam pada semua korban dari saat kejadian tersebut, hingga akhir dari perjalanan hidup saya nanti.

Terkhusus untuk seluruh keluarga korban, saya tak lagi bisa berkata-kata untuk mengungkapkan rasa penyesalan yang teramat dalam. Maafkan saya atas semua kehilangan Anda. Maafkan saya atas kehilangan cinta Anda. Maafkan saya atas kehilangan keluarga Anda. Maafkan saya! Demi Allah, saya memohon maaf atas semuanya. saya mungkin tak patut mendapatkan maaf dari Anda semua, tapi izinkan saya untuk mengatakan maaf, maaf, maaf.

Di kesempatan ini saya juga ingin meminta maaf kepada kakak saya, adik-adik saya, om, tante, saudara-saudara saya, serta sahabat dan seluruh teman-teman saya. Maafkan saya dan terima kasih untuk semua doa dan dukungan. Untuk ibu saya, maafkan saya bu, anak ibu yang tidak sedikit pun tidak dapat membahagiakan ibu, dan ibu cukup membuat saya lebih berarti dari apapun itu. Maaf bu, maaf.

Saya Afriyani Susanti memohon ampun dari Allah SWT atas kekhilafan yang saya perbuat. Ya Allah semoga Kau terima taubatan nasuha hamba dan hamba memohon bukakan pintu kebaikan dan kemudahan untuk para korban, untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan dan kemudahan. Sekali lagi saya mohon maaf, maafkan saya atas semuanya, maafkan saya, maafkan saya, maafkan saya.

Wassalammualaikum Wrh Wbr

Jakarta, 25 Januari 2012


Afriyani

Bagaimana reaksi keluarga korban?

“Sulit menerimanya, tapi datanglah ke rumah kami. Minta maaf gampang saja, tapi jangan hanya lewat surat dan televisi,” kata Suhaimi, salah seorang perwakilan keluarga dalam Apa Kabar Indonesia (AKI) Pagi, Tvone, Kamis (26/1/2012), sekitar pukul 08.12 WIB.
Nyaris senada, Gianti, keluarga korban dari Jepara, mengatakan, dirinya tidak bisa menerima begitu saja. “Saya terpukul, empat orang keluarga saya jadi korban. Anak, cucu, adik, dan ponakan,” tutur dia dengan suara terbata-bata, dalam acara yang sama.
Dia bercerita, keluarganya masih ada yang dirawat di rumah sakit. “Mantu dan cucu adik saya,” katanya.
Gianti berharap sang penabrak meminta maaf langsung datang ke rumah mereka.

1 comment:

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.