Wednesday, January 18, 2012

Rencana Konversi BBM ke BBG

Lebih Hemat dan Lebih Ramah Lingkungan



Bila nanti penggunaan premium benar-benar dibatasi dan harga pertamax semakin melambung dan bahkan tak terjangkau, pilihannya mau tidak mau akan jatuh ke BBG. Persoalannya mesin mobil standar membutuhkan alat pengonversi BBM ke BBG yang disebut converter kit agar tetap melaju mulus di jalanan, dan itu berarti biaya yang tidak bisa dihindari. 

Harga converter kit di Indonesia masih cukup mahal, berkisar antara Rp 11 juta hingga Rp 14 juta, tergantung dari kualitas perangkat konversi tersebut. Meski sebenarnya dengan BBG biaya operasional kendaraan akan jauh lebih murah nantinya.

Sebenarnya converter kit bukan barang baru bagi masyarakat Indonesia karena program BBG sudah diperkenalkan pemerintah sejak 1986 lalu. Saat itu muncul kebijakan bahwa 20 persen armada taksi harus mengonsumsi BBG. 

Converter kit merupakan alat tambahan pada dapur pacu yang membuat mesin dapat memanfaatkan BBG. Perangkat converter kit terdiri atas tangki BBG yang  tekanan 200 bar atau 197 kali tekanan udara biasa, pipa instalasi, dan peranti converter.

Bentuk tangki BBG ada dua macam, bentuk silinder dan donat. Tabung tangki BBG umumnya ditempatkan di belakang, tempat ban serep dan di bawah bodi mobil.

BBG yang disimpan dalam tangki BBG bertekanan 200 bar dialirkan melalui pipa baja menuju ke manual valve yang berfungsi membuka dan menutup aliran gas dari tangki. Bila posisi terbuka gas akan mengalir menuju ke barometer penjunjuk tekanan tabung, kemudian ke solenoid valve pada regulator.

Solenoid valve diatur dari switch starter motor bakar. Saat switch dalam keadaan "on" maka gas dapat masuk ke regulator utama dan sekunder. Gas yang keluar dari regulator sekunder dengan tekanan yang cukup rendah menuju converter kit yang kemudian masuk ke dalam injektor gas dan disemprotkan untuk bercampur dengan udara di ruang bakar. Hasilnya adalah proses pembakaran yang membuat piston di dalam dapur pacu bergerak untuk menjalankan mobil.

Saat ini ada dua tipe BBG, gas alam yang terkompresi (compressed natural gas/CNG) dan Vi-Gas (liquified gas vehicle). CNG diperuntukan bagi kendaraan umum sedangkan Vi-Gas khusus bagi kendaraan pribadi.

Kelebihan BBG dibanding premium adalah dari sisi komposisi bahan bakar. AO BBG sekitar 110 sedangkan bensin premium bersubsidi hanya 88. Hasilnya, pembakaran relatif  lebih bersih karena rantai karbon BBG yang lebih pendek dibandingkan dengan bensin. 

Berdasar penelitian terjadi penghematan konsumsi bahan bakar sekitar 15-20 persen dibanding BBM. Keuntungan lain penggunaan BBG, suhu mesin relatif lebih dingin sehingga memperpanjang umur mesin. Karburator bersih, dinding dan kepala piston juga bersih dari kotoran dan kerak karena pembakaran sempurna.

Risiko pemakaian BBG bisa diperkecil dengan perawatan sederhana seperti membersihkan filter udara, cek berkala system Hose, perawatan berkala setiap enam bulan sekali untuk pemeriksaan jalur gas, dan penggantian filter gas setiap 25.000 km/1 tahun. Khusus untuk tabung yang ditempatkan di bagasi, Lemigas menetapkan pengecekan atau tera tiga tahun sekali.

Jangan takut kehabisan BBG, alat converter kit sistem bahan bakar ganda memungkinkan pasokan bensin ke mesin tetap bisa dilakukan. Saat gas habis, control unit akan mendapat sinyal dari sensor-sensor dan Anda tinggal memutar switch converter di dashboard ke pilihan bensin.


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.