Sunday, January 15, 2012

Sirene Tidak Boleh Digunakan Sembarangan

Biar Lambat Asal Selamat
Kemacetan lalu lintas selama beberapa tahun ini telah menjadi pemandangan sehari-hari. Volume kendaraan bermotor sudah sangat tinggi dan kepadatan lalu lintas juga tidak mengenal waktu lagi. Maka tidak heran jika banyak pemilik kendaraan roda empat beralih menggunakan sepeda motor untuk kelancaran perjalanannya.

Penggunaan sepeda motor ke tempat kerja ternyata juga tidak membuat perjalanan serta merta menjadi lancar, karena kenyataannya pengendara sepeda motor pun turut menikmati kemacetan. Hanya waktu tempuh perjalanan menjadi relatif lebih cepat bila dibanding dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Penggunaan kendaraan roda empat untuk jarak yang jauh seperti ke luar kota, saat ini masih belum tergantikan. Bahkan tidak sedikit yang melengkapi kendaraan roda empat ini dengan sirene agar lancar perjalanannya, dengan harapan diberikan prioritas oleh pengguna jalan lain.

Alasan digunakannya sirene pada kendaraan ialah bahwa pengemudi kendaraan bermotor ketika mendengar sirene akan memberikan jalan untuk dilewati. Dari segi kecepatan, pengguna jalan lain juga akan merespon dengan mengurangi kecepatan laju kendaraannya. 

Sebenarnya penggunaan sirene tidak bisa sembarangan, karena ada ketentuan yang mengaturnya. Selain kendaraan bermotor petugas penegak hukum tertentu, Dinas Pemadam Kebakaran, ambulans, unit Palang Merah, mobil jenazah, dan penanggulangan bencana tidak dibenarkan dilengkapi dan menggunakan sirene.

Pemasangan sirene pada kendaraan bermotor memiliki kekuatan hukum. Tidak semua kendaraan bermotor dibenarkan menggunakan sirene, karena bunyinya memiliki arti tersendiri. Tidak hanya memberi tahu kepada pengguna jalan lain yang berada di depannya untuk memberi jalan, tetapi harus menepi dengan mengurangi kecepatan.

Prioritas pertama harus diberikan pada raungan sirene kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas. Prioritas lain berikutnya adalah ambulans pengangkut orang sakit, pemberi pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas. 

Menempati urutan prioritas jalan berikutnya adalah kendaraan kepala negara atau pemerintah asing yang menjadi tamu negara, kemudian iring-iringan kendaraan pengantar jenazah, konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat dan kendaraan yang penggunaannya untuk mengangkut barang-barang khusus.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.