Wednesday, January 4, 2012

Siapa Penerima Surat Wasiat atau Testamen?

Surat Wasiat atau Testamen Mencegah Perebutan Warisan


Bagi Anda yang saat ini hidup berkecukupan, tidak kekurangan apapun kecuali anak atau keturunan karena selama ini memilih hidup melajang. Pernahkan terpikir dalam benak Anda, kepada siapa nanti jerih payah Anda selama ini akan diwariskan? Siapa diantara saudara-saudara yang masih hidup atau para keponakan yang Anda pilih? 

Anda harus membuat surat wasiat dari sekarang atau testamen yang berkaitan dengan pemeliharaan harta milik Anda apabila meninggal di suatu saat nanti. Terdapat ketentuan bagaimana sebuah surat wasiat atau testamen dibuat agar berkekukatan hukum. 

Wasiat/ testamen adalah suatu pernyataan dari seseorang tentang apa yang dikehendaki setelah dia meninggal dunia. Pernyataan ini merupakan kemauan terakhir yang keluar dari satu pihak saja dan setiap waktu dapat ditarik kembali oleh pembuatnya. 

Penarikan kembali wasiat/ testamen boleh secara tegas atau secara diam-diam. Menurut Undang-Undang (Pasal 874 BW) mengandung suatu syarat bahwa isi pernyataan kemauan terakhir tidak boleh bertentangan dengan undang-undang. 

Batasan paling penting dalam wasiat/ testamen adalah Legitieme Portie, yaitu suatu bagian dari harta peninggalan yang harus diberikan kepada ahli waris dalam garis lurus menurut Undang-Undang. Terhadap ini mendiang tidak boleh menetapkan sesuatu, baik selaku pembagian antara yang masih hidup maupun selaku wasiat. 

Penunjukan seseorang atau beberapa orang menjadi ahli waris yang akan mendapat seluruh atau sebagian dari harta warisan, kedudukannya sama dengan ahli waris menurut Undang-Undang dan ia memperoleh segala hak dan kewajiban si mendiang. 

Selain wasiat/ testamen ada lagi hibah wasiat. Pengertian hibah wasiat adalah suatu penetapan wasiat khusus dari si pewaris kepada seseorang atau lebih dengan memberikan beberapa barang-barangnya dari jenis tertentu seperti barang bergerak atau tak bergerak. 

Terdapat tiga macam wasiat yang perlu Anda ketahui. 

Pertama, openbaar testamen. Bentuk wasiat yang paling banyak digunakan. Si pewaris datang menghadap kepada notaris dengan dihadiri oleh dua orang saksi dan ia menyatakan kehendaknya. 

Kedua, olographis testamen. Bentuk testamen yang dibuat dengan tangan si pewaris sendiri, yang harus disimpan atau diserahkan kepada notaris dengan disaksikan oleh dua orang saksi. Tanggal testamen yang berlaku adalah tanggal akta penyerahan. Penyerahan dapat secara terbuka atau tertutup. Kelak bila pewaris meninggal dunia testamen harus diserahkan oleh notaris kepada Balai Harta Peninggalan untuk membukanya dengan membuat berita acara. 

Ketiga, testamen tertutup dan rahasia. Dari namanya sudah bisa ditebak kalau jenis testamen ini testamen rahasia. Harus delalu tertutup dan disegel dan diserahkan kepada notaris dengan disaksikan oleh empat orang saksi.


BACA JUGA:

2 comments:

  1. Wah, nice info nih gan. :)
    Meskipun saya masih muda, belajar bikin surat wasiat ah, siapa tahu nanti saya kaya raya. :D

    ReplyDelete
  2. @12-Harmony; setuju banget bikin wasiat dari sekarang.... semoga sukses dan nanti ada satu testamenmu ditulis buat namaku.

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.