Thursday, February 23, 2012

Menteri Keuangan Terbaik Versi The Banker

Siapa Lagi Menteri Berikutnya?


Terpilihnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebagai peraih penghargaan menteri keuangan terbaik se-Asia Pasifik tahun ini versi majalah keuangan internasional "The Banker" edisi Januari 2012, tentu sangat membanggakan.  Editor senior majalah "The Banker" Brian Caplen berkesempatan menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Menkeu pada 15 Februari 2012 lalu,  menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Yudi Pramadi di Jakarta, Rabu (22/2).

Majalah "The Banker" menilai Agus Martowardojo berhasil dalam menyokong pertumbuhan ekonomi mencapai 6,46 persen dan membawa perubahan pada pelaksanaan anggaran dan perencanaan keuangan, selain dianggap berhasil meningkatkan iklim investasi di Indonesia serta mengatur anggaran secara hati-hati pada 2011. 

Sebenarnya tahun ini merupakan ke-11 kalinya penghargaan tersebut diberikan. Pada tahun sebelumnya tercatat beberapa menteri keuangan di beberapa negara di dunia memperoleh penghargaan serupa, antara lain Menkeu India Pranab Mukherjee, Menkeu Pantai Gading Charles Koffi Diby, Sekretaris Keuangan Filipina Margarito Teves dan Menkeu Slowakia Jan Pociatek. 

"The Banker" merupakan majalah keuangan internasional grup harian Financial Times yang pertama kali terbit Januari 1926 dengan Brendan Bracken sebagai editor pendiri dan berkantor di London, Inggris. 

Berdasarkan hasil audit Audit Bereau of Cicrulations, sirkulasi majalah "The Banker" adalah lebih dari 28 ribu eksemplar dengan rata-rata 60 persen dari pembacanya adalah CEO/Presiden Direktur serta CFO/Bendahara dari berbagai perusahaan. 

Setelah Agus Martowardojo, siapa menteri berikutnya yang berkinerja baik di mata dunia atau bangsa lain? Paling tidak berita gembira ini bisa menjadi jeda di tengah-tengah gencarnya carut-marut hukum dan kasus korupsi yang menggurita. Bangsa ini diijinkan tersenyum lega sementara, sejenak lepas dari kening yang berkenyit heran atas sandiwara politik yang tak berkesudahan bak dongeng seribu satu malam. Entahlah.... 

Sumber: Antara

2 comments:

  1. wahh hebat pak agus...
    tapi saya lebih salut lagi sama sri mulyani sihh hehhe

    mamapir2 yaa Friendster Berubah Menjadi Social Gaming

    ReplyDelete
  2. kok bisa ya, sementara di negeri sendiri realitanya tidak sejajar dengan penghargaannya

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.