Sunday, February 5, 2012

Sembunyi di Belakang Leopard

Kibarkan Merah Putih di Persada Dengan Damai


Sejarah telah membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang kuat. Walau hanya dengan bambu runcing kita bisa menegakkan martabat bangsa. Kita rela berkorban dan mempunyai harga diri sehingga pantang menjilat kepada penjajah.

Ironis sekali dengan pejuang di jaman ini yang justru berbalik arah, malah menjalin hubungan baik dengan negara penjajah.  Sangat terlihat betapa lemahnya kita, ditunjukkan dengan niat pembelian Leopard hanya karena sifat penakut, pengecut, budaya KKN, kapitalis dan hedonis.

Kekhawatiran banyak pihak muncul, bahwa Leopard justru akan dijadikan mesin pembunuh rakyat sendiri. Kalau tidak untuk itu, Leopard sebenarnya untuk melawan siapa? Bukankah selama ini kita juga hanya cukup diam saja saat kedaulatan Republik Tercinta ini diusik bangsa lain? Entahlah....

Ketakutan tersebar dimana-mana dan seolah-olah menjadi wabah nasional yang tidak ditemukan solusinya. Si kaya takut jatuh miskin dan takut kehilangan, si miskin takut tidak bisa makan, pejabat takut kehilangan jabatan, dan pemimpin takut digulingkan.

Sebenarnya jalan keluarnya sepele, pemimpin kalau tidak mau lengser dan ingin selalu harum dikenang rakyat dia harus adil terhadap rakyat. Pemimpin tidak memberlakukan tebang pilih dalam menegakkan hukum, cepat tanggap menuntaskan masalah rakyat kecil yang tertindas pengusaha yang bisa membeli hukum, harga pangan kebutuhan pokok murah, mempermudah pelayanan kesehatan, dan rakyat mudah memperoleh lapangan pekerjaan.

Namun apa yang terjadi sungguh menggiriskan hati. Bertahun-tahun rakyat dipaksa menyaksikan layar kaca dengan tontonan intrik-intrik politik dan kasus-kasus korupsi yang tak berkesudahan. Nyaris tak ada keteladanan dari para pemimpin. Ironis! 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.