Saturday, February 4, 2012

Maskulinitas Dapat Dipertahankan

Menjadi Tua Bukan Ancaman, Siapa Takut?


Testosteron merupakan hormon seks steroid yang memiliki pengaruh besar bagi fungsi seksual pada pria. Sering timbul masalah maskulinitas dan virilitas ketika hormon seks seteroid menurun seiring pertambahan usia.Turunnya kadar testosteron menimbulkan gejala dan keluhan.

Gangguan yang sering muncul berupa penurunan libido, penampilan seksual, penurunan kualitas dan kuantitas sperma, disfungsi ereksi, penurunan massa otot dan tulang, peningkatan lemak tubuh dan berkurangnya rigiditas (kekakuan) ereksi penis.

Menghadapi kondisi seperti itu, Anda tidak perlu panik. Mungkin Anda hanya perlu mengetahui alasan kenapa hal itu terjadi dari sisi medisnya, agar tidak terjadi salah tafsir.

Hormon testosteron sebenarnya tetap diproduksi sepanjang hayat, hanya jumlahnya semakin menurun. Pada usia 30 tahun, tingkat testosteron menurun sekitar sepuluh persen setiap dekade. Penurunan ini  mulai terlihat kira-kira usia 40 dan 50 tahun, menurut Pakar Seks and Drugs dr. Bona Simanungkalit DHSM, M.Kes.

Tanda bila pria mengalami andropause adalah terjadi penurunan secara bertahap. Mulai dari suasana hati, kelelahan, kehilangan tenaga, dorongan seksual dan ketangkasan fisik dan juga osteoporosis.

Pengukuran penurunan kadar testosteron dipakai sekala Androgen Deficiency in The Aging Male (ADAM) Question atau dengan cara pemeriksaan hormon di laboratorium. Dari pemeriksaan laboratoium dapat diketahui kadar testosteron dalam darah seseorang. Pengobatan hormon akan segera diberikan untuk mengganti hormon yang berkurang itu.

Sulih hormon diharapkan akan mempengaruhi masalah seksual karena androgen diperkirakan dapat meningkatkan gairah rangsangan seksual (erotism) dan kesadaran seksual (sexual awareness) ketika melakukan aktivitas seksual.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.