Tuesday, February 7, 2012

Tangsin, Ritual Memanggil Dewa Dewi

Menyambut Kemeriahan Cap Go Meh


Tangsin ialah ritual menaggil dewa dewi sebagai ungkapan rasa syukur sebelum puncak kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek di hari ke lima belas atau Cap Go Meh. Prosesinya dilakukan dengan menggunakan medium  orang-orang terpilih dengan kemampuan khusus. 

Tak butuh waktu lama bagi para dewa atau leluhur singgah di tubuh mediator Tangsin. Hanya seberapa saat setelah genderang di tabuh, roh dewa dari leluhur mulai memasuki para Tangsin.

Para Tangsin yang dirasuki, berjingkrak-jingkrak dan berlaku di luar kebiasaan. Mengiris lidah menggunakan pedang hingga mengeluarkan darah, atau menusuk kedua belah pipi dengan dua batang besi tajam. Darah yang mengalir langsung ditampung di cawan putih untuk dicampur arak putih dan Gincu (pewarna merah bubuk) sehingga menjadi tinta merah.

Tangsin menggunakan tinta merah itu untuk menuliskan sebuah kata di atas kertas Hu berwarna kuning. Tulisan yang disampaikan dewa ada yang berarti penjagaan, kemakmuran, kesehatan dan lain sebagainya.

Tulisan Hu tidak hanya disampaikan dalam bahasa Mandarin, bisa Sansekerta dan Arab. Tergantung dengan roh yang singgah dalam tubuh Tangsin. Kertas Hu yang dibagikan kepada warga dapat disimpan di dompet, dicampur air mandi, atau dibakar dan abunya air lalu diminum untuk mengobati penyakit. 

BACA JUGA:
Bagaimana Mengontrol Emosi?
Kaki Indah Tanpa Varises
Gas CO, Si Pembunuh Diam-diam
Sekilas Tradisi Tahun Baru China
SAMPAI JUMPA, BU
Teknik Memancing Ikan Di Laut?
Kesempatan Kedua Bisa Datang Setiap Saat
Legenda Pulau Kemaro
Kepada SBY Bapakku

2 comments:

  1. @Adang Muhammad, terimakasih sudah singgah.... inysa Allah nanti mampir.

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.