Selasa, 14 Februari 2012

Misteri Gerak Berputar Pada Tari Sufi

Ekspresi Cinta Pencari Tuhan



Tari sufi atau whirling dance adalah karya seorang sufis dari Turki, Jalaludin Rumi. Tari ini merupakan bentuk ekspresi dari rasa cinta, kasih dan sayang seorang hamba kepada Allah Swt dan Rasul Allah Nabi Muhammad saw. 

Gerakan tubuh yang memutar berlawanan arah dengan jarum jam, merupakan bentuk penyatuan diri dengan Sang Pencipta. Umumnya tarian sufi dilakukan pria Turki secara berkelompok, sebagai ekspresi seorang pencari Tuhan saat bertemu dengan sang kekasih yang maha suci dan ketika merasakan kasih meletup-letup dari dalamnya perasaan dan ditransfer menjadi energi gerak dalam bentuk tari.

Ketika penari melakukan tarian dengan cara berputar, semakin lama putaran semakin cepat dan penari mengalami ekstase. Kalangan sufi memahami keadaan ekstase tersebut sebagai tingkat pencapaian perasaan penyatuan dengan Tuhan. Gerakan tari yang tercipta diyakini bukan dari diri si penari tetapi berasal dari kelembutan jiwa yang berserah diri pada Sang Pencipta.

4 komentar:

  1. saya pernah nyobain tarian ini.. alhasil saya mual ..
    hebat banget ya yg bisa nari ini sampe puluhan menit lohh

    BalasHapus
  2. @Jimmy63, tari ini setahu saya malah diadopsi menjadi salah satu pelajaran di olahraga beladiri pernapasan/tenaga dalam....

    BalasHapus
  3. Dari Abi Na’aamah dari anaknya Sa’d (bin Abi Waqqaash), ia berkata :

    Ayahku mendengarku ketika aku berdoa : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga, kenikmatannya, lalu ini, dan itu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka, rantai-rantainya, belenggu-belenggunya, lalu ini, dan itu”.

    Lalu ayahku berkata : “Wahai anakku, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    ‘Kelak akan ada satu kaum yang melampaui batas dalam berdoa’. Waspadalah agar engkau jangan sampai termasuk kaum tersebut. Seandainya engkau diberikan surga, maka akan diberikan pula segala yang ada di dalamnya dari kebaikan. Dan jika engkau dijauhkan dari neraka, maka akan dijauhkan pula segala apa yang ada di dalamnya dari kejelekan” [Sahih Abu Daawud].

    BalasHapus
  4. @anonom:
    Hati-hati menterjemahkan hadits, apakah yang dimaksudkan dari hadits tersebut adalah tarian tersebut? seolah2 antum adalah seorang ahli hadits, rasulullah akan sangat marah jika seandainya beliau masih hidup dan antum menterjamahkan perkataan beliau seenake udele dewe yang belum tentu sesuai dengan maksud dari hadits beliau

    BalasHapus

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.