Thursday, March 22, 2012

Aborsi dan Ancaman Hukumnya

Berpikirlah Sebelum Berbuat dan Menyesal


Kasus aborsi sebagai praktik menghapus "kecelakaan" akibat pergaulan bebas sudah dikenal di kalangan remaja. Prosedur yang di tempuh untuk menggugurkan kandungan tidaklah rumit, tidak harus sembunyi-sembunyi asal datang membawa uang cukup.

Demikian kesan yang mengemuka dengan di temukannya 14 potongan janin bayi di sebuah "septic tank" (tempat pembuangan kotoran manusia) di Cilacap-Jawa Tengah (16/3). Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahkan Polisi juga menemukan tiga buah botol dengan masing-masing isi berupa potongan tangan, tulang belakang, serta sisa kuretase janin.   

Alasan menggugurkan kandungan biasanya sangat klasik yaitu "malu" oleh keluarga atau tidak mau aib hamil di luar nikah menjadi aib keluarga. Alasan lain bisa juga karena tidak mau mengecewakan keluarga. 

Ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar atas pelanggaran Pasal 194 UU No.36 Tahun 200c tentang Kesehatan subsider Pasal 384 KUHP rupanya tidak menyurutkan jumlah pada kasus tersebut. Lalu hukuman seperti apa yang bisa memberikan efek jera? 

2 comments:

  1. Yah... klo menurut saya sih, bagaimana pun juga, aborsi itu bukan perbuatan yang baik. Share info mas, ada event/kontes blog di FB Korea Tourism Organization (KTO) Indonesia, kontes nulis blog ttg wisata Korea. Sdh ikutan belum?

    ReplyDelete
  2. @Muhammad Gustavie, makasih infonya Bro.... beberapa teman mengajak ikut kontes itu juga, tapi saya minim banget pengetahuan tentang Korea... ragu untuk menulis jadinya.

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.