Monday, March 19, 2012

Hati-Hati! Pemerasan Atas Nama Cinta Di FB

Ketika Cinta Di Atas Segalanya


Kalau dulu ada istilah cinta ditolak dukun bertindak, sehingga untuk mendapatkan pujaan hati jampi-jampi dan mantra dirapalkan. Maka ada ritual puasa dan mandi bunga setaman segala. 

Kemudian ketika jaman berubah, jampi-jampi dan mantra ditinggalkan karena yang berlaku adalah pelet Jepang berupa kendaraan roda empat atau minimal motor. Sehingga untuk menggaet cewek sepertinya cukup pakai bunyi klakson saja. 

Jaman berganti lagi, dimana cowok tidak usah menembak cewek lagi karena konon atas nama emansipasi cewek juga boleh nembak cowok duluan. Benarkah demikian? Sepertinya terdengar lucu dan main-main ya?

Berbicara soal cinta dari jaman ke jaman memang menarik. Bahkan cinta di era kekinian lebih menarik lagi, karena lebih memungkinkan terjadinya cinta jarak jauh. Meminjam istilah pada lagunya Amy - Search, Isabella, kisah dua dunia. Namun saya lebih suka menyebutnya cinta antar benua.

Cinta memang bisa merubah seseorang menjadi lembut atau sebaliknya. Sudah lebih dari dua orang yang terkapar karena cinta di dunia maya. Seperti Isabella juga, cinta berujung lara.

Awalnya ketika dua orang di dunia maya saling se-iya se-kata maka modal berupa kepercayaan akan diberikan. Saking percayanya, password email dan akun di jejaring sosial pun diberikan. Sayangnya kerapkali kepercayaan ini berujung petaka manakala terjadi goncangan dengan cinta yang telah terjalin. 

Ketika cinta berbunga duka, mereka tak dapat menerima..... Itulah sepenggal syair dari Kembar Grup, kalau tidak salah judulnya Kupu-kupu. Dan ini juga yang sering terjadi ketika cinta di dunia maya harus berakhir.

Seseorang yang begitu kita puja dan dipercayai di dunia maya akan dengan sangat tega meretas akun jejaring sosial seperti FB misalnya. Tujuan  peretasan itu hanya bermotif balas dendam dan sakit hati.

Seorang teman baru-baru ini telah menjadi korban peretasan seperti itu. Awalnya, ketika cinta mereka mengalami keretakan dan ketidak cocokan dia sering di teror dengan ancaman akan dipermalukan. Dalam hal ini terjadi cinta sepihak dan ada unsur pemaksaan kehendak. Jadi terlihat sekali niat jahat dibalik cinta itu, dengan bahasa kasar mungkin 'lu tolak cinta gue, lu gue bikin malu', bukan lagi 'lu tolak cinta gue, dukun bertindak'.

Bagaimana tidak malu bila tiba-tiba akun FB kita misalnya dipasangi gambar-gambar tidak senonoh serupa kita? Walau mungkin gambar-gambar yang di pasang hanya mirip atau memang reka kreatifitas dari photoshop, tapi itu sangat vital sekali karena terlanjur menyebar. Terlebih lagi bila akun kita yang diretas tidak dapat dipulihkan. 

Sebelum terlambat dan menjadi penyesalan, kepada para gadis atau siapapun.... jangan mudah percaya dengan janji-janji cinta di dunia maya. Tidak semua berhati tulus dan berniat menjalin cinta sampai ke jenjang pernikahan. Sebelum ada kepastian hitam di atas putih tentang cinta itu, sebaiknya jangan terlalu percaya, siapa tahu teman kencan kita memang hacker yang berniat memeras dan bisanya cuma mengancam saja. 

2 comments:

  1. @Aryservis: terimakasih sudah singgah... yook ngopi....mumpung hangat...

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.