Wednesday, March 28, 2012

Siapa Pemenang Demo Kenaikan Harga BBM?

Apapun Yang Layak Diperjuangkan, 
Perjuangkanlah Demi Kebahagiaanmu!


Tiada kesepakatan mutlak dari seluruh wakil rakyat di DPR sehingga pembahasan kenaikan harga BBM di Badan Anggaran DPR hingga kini belum tuntas. Pengambilan keputusan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak akan dilaksanakan dalam paripurna DPR 29 maret 2012.

Banggar akan melakukan voting terkait pasal 7 ayat 6 UU No.22 tahun 2011 tentang APBN 2012 yang mengatur harga BBM bersubsidi tidak bisa dinaikkan. Pasal itu menuai perdebatan selama ini. Jika pasal itu dihapus maka pemerintah diperbolehkan menaikkan harga BBM. Sebaliknya, jika tidak, maka pemerintah tak dapat menaikkan harga BBM. 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh mundur dari rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi walaupun gelombang demonstrasi yang menolak marak di tanah air.

"Pemerintah tidak boleh mundur dan pemerintah harus kuat, nggak boleh pemerintah itu lemah," katanya di Jakarta, Selasa 27 Maret 2012. (Vivanews, 27 Maret 2012)

Memperhatikan pernyataan sikap pemerintah yang diwakili Menteri BUMN nampaknya rakyat harus berjuang sendiri dan tidak mewakilkan lagi kepada wakil-wakil pilihannya yang berada di Gedung DPR. Hanya sedikit sekali partai yang masih konsisten menolak kenaikan harga BBM, dan nampaknya menjadi partai minoritas dalam hal ini.

Rakyat pantas bertanya, kenapa suara menolak kenaikan harga BBM di Gedung DPR terdengar kelu dan nyaris bisu? Pertanyaan terbesarnya, kenapa penolakan kenaikan harga BBM harus diteriakan dari jalanan? 

Demo massal penolakan kenaikan BBM ini sudah terjadi selama dua pekan ini di Medan, namun puncak terbesarnya adalah Senin kemarin, 26 Maret 2012. Kemarin itu, massa berkonsentrasi di 3 titik vital kota Medan. Salah satunya tepat di Bundaran Majestik Jalan Gatot Subroto Medan. 

Demonstrasi ratusan mahasiswa di Monumen Nasional (Monas) tepat di depan Istana Negara berujung ricuh. Aparat menembakkan gas air mata ke arah pendemo yang semula menuntut Pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak.

Di Makasar massa demonstran penentang kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian di Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, dan Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran. Akibatnya, seorang mahasiswa dari Universitas Negeri Makassar (UNM) terluka akibat tembakan gas air mata.

Di Semarang, sekelompok mahasiswa menggelar demo dengan mogok makan sampai 1 April mendatang. Sementara aksi demo mahasiswa Universitas Bung Karno di Jalan Dipenegoro, Jakarta berujung pada pembakaran ban. Aksi mahasiswa juga menggoyang halaman Gedung DPR, Jakarta, setelah massa dari berbagai elemen buruh selesai berdemo dengan tuntutan yang sama-meminta Pemerintah tidak menaikkan harga BBM.

Hal yang paling menggelikan justru Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Marzuki Alie malah sedang berada di Nusa Tenggara Barat saat tempatnya berkantor didemo para pengunjuk rasa penolakan penurunan subsidi bahan bakar minyak. Marzuki bahkan menginap semalam di Gili Trawangan, pulau eksotis di NTB.

Tak hanya di Jakarta, aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga terjadi di Bandung, Jawa Barat. Massa dari gabungan buruh membawa ustad dalam aksi demo mereka untuk memimpin massa buruh membacakan Surat Yasin. 

Koordinator aksi Sidarta mengatakan, pembacaan Surat Yasin untuk mengingatkan pimpinan negara agar peduli kepada rakyat. "Kami sengaja membacakan Yasin serta Tahlil untuk menenangkan pikiran pimpinan negara agar jernih membawa negara ini ke arah yang lebih baik lagi," ungkap Sidarta. (Vivanews, 27 Maret 2012).

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.