Wednesday, March 14, 2012

Benarkah Facebook Tidak Berguna?

Berbicaralah, karena dengan itu isi hati tercurah!


Komunikasi di dunia maya tanpa dibarengi dengan komunikasi nyata, seperti pada pertemanan yang dibangun di media sosial semacam Facebook tidak berguna bagi kehidupan. Demikianlah Sherry Turkle, seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengkritik bahwa pengguna jejaring sosial sebagai orang yang kehilangan sisi kemanusiaannya. 

Menurut Sherry Turkel, jejaring sosial telah mengisolasi seorang individu dari dunia nyata dengan bermodalkan teks beberapa karakter untuk berkomunikasi satu sama lain.  Teknologi dalam hal ini, telah merampok individu dari interaksi sesungguhnya di dunia nyata; selain telah menginspirasi umat manusia, teknologi juga memungkinkan dapat mengurangi aspek-aspek kemanusiaan.

Sebelum terlambat, mari sikapi kritik Sherry Turkel dengan mengimbangi aktivitas online dengan kegiatan-kegiatan offline di dunia nyata. Hal ini mendesak untuk dilakukan agar sisi kemanusiaan kita, terutama rasa kepekaan dan kepedulian tidak terkubur dalam jiwa yang mati suri. Secara psikologis, proses keseimbangan antara online dan offline akan mengikis kebiasaan senyum-senyum sendiri ketika menatap mobile phone, PC tablet, notebook, netbook, iPad atau iPhone yang terkoneksi dengan internet. 

Kadang memang terasa lucu juga ketika saya dengan istri saling komentar dan canda lewat jejaring sosial Facebook. Barangkali anak-anak kami malah lebih baik dalam memanfaatkan Facebook, selain berkomentar iseng kerap kali mereka saling tanya tugas-tugas sekolah meskipun sebenarnya mereka juga bertemu tiap hari serta bertatap wajah.

Bahkan menjamurnya grup-grup yang dibentuk di jejaring sosial Facebook tidak lebih dari sekedar etalase mati yang memajang potret bisu, lebih jauhnya lagi barangkali ajang melontarkan emosi tidak suka atas ketimpangan realitas kehidupan. Terjaga apik dalam bingkai narsisme diri yang terasing, jauh dari komunikasi lisan. 

Harus diakui memang bila Facebook telah menggantikan komunikasi audio yang kini bergeser ke arah komunikasi tekstual. Tanpa sadar selama ini kita lebih menikmati kebisuan diri dan tak mampu mengungkapkan kata hati. Walau di kronologi atau dinding Facebook terlibat percakapan akrab, namun ketika bertatap muka tak banyak bercakap-cakap. Hal ini yang harus kita waspadai bersama, karena mungkin saja kita pun telah lupa pada orang-orang di sekeliling kita.   

BACA JUGA:
Waspadai Penyalahgunaan Obat Perangsang
Siasat Agar Terlihat Tinggi Semampai
9 Tips Pencegahan Penuaan Dini
Mitologi Buaya Biru pada Suluk Linglung Sunan Kali...
Seni Mehndi Sebenarnya Untuk Calon Pengantin
Anak "Punk" Terjaring Operasi Premanisme
Iket Sunda, Apakah Simbol Mistis?
Panduan Pengeritingan Bulu Mata
Keliling Parijs van Java Dengan Sepeda Onthel
Asuransi Penting Bagi Keluarga Muda

3 comments:

  1. Bagus artikelnya pak saya secara pribadipun sudah jarang log in ke media sosial karena memang fungsi komunikasinya yang utama sudah bergeser menjadi sebatas media eksis dan curhat saja

    ReplyDelete
  2. benar pak..saya malahh sudah hapus permanen facebook saya..tapi hal itu mlah membuat saya bahagia

    ReplyDelete
  3. sama,aku juga udah hapus permanent facebook ku

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.