Friday, April 6, 2012

Hukum Pernikahan Bahagia

Dicari  Pasangan yang Menerima Apa Adanya, bukan Menerima Adanya Apa


Tahukah Anda bahwa untuk menuju sebuah rumah tangga yang bahagia ternyata kuncinya sangatlah sederhana. Kedua pasangan hanya diharuskan saling mengisi dan saling memberi pengertian satu sama lain. Intinya tidak egois dan mau menang sendiri.

Sangatlah sulit memang menyatukan dua kepala yang berbeda konsep dan tujuan hidup untuk bisa hidup rukun satu atap. Seperti yang terjadi belum lama ini yang saya saksikan via tayangan di sebuah siaran hiburan televisi swasta yang biasa mengupas dan mengorek rumah tangga artis.

"Apa yang dia cari, kok hidupnya tidak secantik wajahnya? Apa yang dia cari?" kataku pada istriku yang kebetulan sama-sama melihat tayangan itu.

"Aku baca di sebuah media, alasan dia minta cerai karena suaminya yang sekarang lebih cocok menjadi sahabatnya." jawab istriku, kemudian lanjutnya "Kenapa dia tidak berpikir begitu sebelum menikah dulu?" 

Aku cuma nyengir sendiri sambil mereka-reka apa yang ada di pikiran artis satu ini. Tamara Bleszynski  dikabarkan memutuskan bercerai dengan alasan seperti itu, dugaanku pasti ada orang ke tiga yang lebih menjanjikan sesuatu atau memberi harapan padanya. 

"Sudahlah Mas, tidak usah memikirkan Tamara Bleszynski... biar dia berpikir sendiri. Dia kan sudah dewasa." Goda istriku memecah keadaan yang tiba-tiba terasa hening sambil memindahkan saluran televisi.

Aku menoleh padanya dan tersenyum malu. Alih-alih perhatian aku ajukan pertanyaan, "Apa yang bisa kau nasihatkan andai Kau dimintai nasihat sama Tamara Bleszynski?"

Istriku cuma tersenyum dan berlalu setelah mematikan televisi. Sesaat kemudian dia membawakan aku sebuah kliping dan secangkir kopi panas. Setelah meletakkan secangkir kopi di meja dekat laptop, istriku membukakan sebuah halaman yang sudah dia tandai. 

Kami pernah membahas masalah yang satu ini dan bahkan aku berniat menyimpannya di sebuah figura besar untuk dipasang di ruang baca. Begini tulisan itu : 

10 HUKUM PERNIKAHAN BAHAGIA
(Sarlito W. Sarwono)

1. Jangan marah pada waktu yang sama.
2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali rumah kebakaran. 
3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang.
4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih.
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu. 
6. Boleh lupakan yang lain, tetapi jangan pasangan Anda. 
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam.
8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda. 
9. Bersedia mengakui kesalahan. 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.