Tuesday, April 3, 2012

Rekayasa Alasan Kenaikan Harga BBM

Pemimpin Boneka di Tangan Dalang Asing


Kenaikan harga BBM merupakan keharusan dari liberalisasi migas sesuai amanat UU Migas No. 22 tahun 2001. Kebijakan menaikkan harga BBM adalah langkah di bagian akhir untuk menyempurnakan liberalisasi migas.

Liberalisasi migas sepenuhnya adalah perintah asing yang dipaksakan oleh IMF melalui Letter of Intent (LoI). Di dalam Memorandum of Economic and Financial Policies (LoI IMF, Jan. 2000) disebutkan: "pada sektor migas, Pemerintah berkomitmen: mengganti UU yang ada dengan kerangka yang lebih moderen, melakukan restrukturisasi dan reformasi di tubuh Pertamina, menjamin bahwa kebijakan fiskal dan berbagai regulasi untuk eksplorasi dan produksi tetap kompetitif secara internasional, membiarkan harga domestik mencerminkan harga internasional".

Hasilnya, UU Migas No. 22 th. 2001 disahkan, liberalisasi migas berjalan. Pasal 9 UU itu menyamakan posisi Pertamina sebagai BUMN dengan swasta termasuk asing. Pasal 10 melarang badan usaha (termasuk BUMN Pertamina) melakukan kegiatan usaha di sektor hulu dan hilir sekaligus. Pasal 13, satu badan usaha termasuk BUMN Pertamina, hanya diberi satu wilayah kerja, untuk setiap wilayah kerja harus dibentuk badan hukum terpisah.

Betapa aneh UU tersebut. BUMN diharuskan bersaing dengan perusahaan swasta bahkan asing untuk mendapat tender mengelola migas milik negara sendiri. UU ini melarang Pertamina, artinya negara melarang dirinya sendiri untuk mengeksplorasi dan sekaligus menjual migas di negaranya sendiri: mengharuskan negara mengelola migas melalui bukan badan usaha, padahal di negara manapun negara mengelola migasnya melalui BUMN; mengharuskan BUMN Pertamina dipecah-pecah alias dikerdilkan oleh negara sendiri, dan keanehan lainnya.

Setelah liberalisasi sektor hulu migas sempurna, sekarang giliran sektor hilir. Pengurangan  subsidi BBM adalah bagian dari paket liberalisasi migas sektor hilir. Harga BBM harus dinaikkan agar sesuai harga pasar sesuai amanat UU Migas No. 22 tahun 2001. Pasal 2: menjamin efektivitas pelaksanaan dan pengendalian usaha Pengolahan, Pengangkutan, Penyimpanan, dan Niaga secara akuntabel yang diselenggarakan melalui mekanisme persaingan usaha yang wajar, sehat , dan transparan.

Tujuan penyesuaian harga BBM dengan harga internasional seperti dikatakan Menteri ESDM yang waktu itu Purnomo Yusgiantoro : "Liberalisasi sektor hilir migas membuka kesempatan bagi pemain asing untuk berpartisipasi dalam bisnis eceran migas.... Namun, liberalisasi ini berdampak mendongkrak harga BBM yang disubsidi pemerintah, Sebab kalau harga BBM masih rendah karena disubsidi, pemain asing enggan masuk." (Kompas, 14 Mei 2003).

Kenaikan harga BBM adalah untuk menyempurnakan liberalisasi migas yang menjadi amanat UU migas dan kepentingan asing. Untuk meminimalkan penolakan rakyat, dibuatlah alasan-alasan yang syarat kebohongan. Seperti:
  1. APBN akan jebol karena harga minyak dunia akan naik. Padahal jika harga naik pemasukan migas juga naik. Dengan asumsi ICP, USD 105 perbarel dan kurs 9000, total pemasukan migas (RAPBN-P 2012) mencapai Rp 263,66 triliun, naik 37,94 triliun.
  2. Supaya masyarakat tidak boros BBM. Sesuai data, konsumsi BBM Indonesia peringkat 116, bahkan dibawah negara Afrika, seperti Boswana.
  3. Katanya BBM dinikmati orang kaya. Fakta menurut Susenas 2010, 65 persen BBM subsidi dinikmati kalangan menengah bawah dan miskin, 27 persen oleh kalangan menengah, 6 persen menengah atas, dan 2 persen orang kaya.
  4. Untuk menghemat APBN dan untuk Kesehatan Fiskal. Faktanya masih banyak alternatif penghematan lain seperti pengurangan anggaran kunjungan yang mencapai Rp 21 T, atau menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) 2011 sebesar Rp 96,6 T.
  5. Katanya demi keadilan. Namun kenapa nyaman saja mensubsidi asing, seperti menjual gas super murah ke Cina (berarti mensubsidi rakyat Cina) yang menurut anggota BPH Migas, A Qoyum Tjandranegara, potensi kerugian negara tahun 2006-2009 mencapai 410,4 T. Kemudian pemerintah juga bisa ngotot menaikkan royalti dari PT Freeport, Newmont, Kontraktor migas dan lain-lain.  

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.