Thursday, April 19, 2012

Ujian Nasional Ketinggalan Zaman dan Tak Adil

Anak-anak Kita Tidak Siap di Abad ke 21


Ternyata soal-soal yang diujikan dalam Ujian Nasional kita, terutama soal matematika dinilai stagnan dan tidak ada perkembangan. Bahkan, soal-soal yang disajikan dalam beberapa tahun terakhir selama UN berlangsung dianggap ketinggalan zaman.

"Di kawasan Asia Tenggara saja kita ketinggalan jauh. Apalagi dibandingkan dengan tes-tes level internasional semacam Cambridge. Ketinggalan kita. Sebab, di Indonesia soal UN hanya mengedepankan manipulasi dan hitung-hitungan, sedangkan nalar dikesampingkan," kata Guru Besar Institut Teknologi Bandung Prof Iwan Pranoto di Balai Pertemuan Ilmiah ITB, (30 Maret 2012).

Menurut Iwan, matematika adalah masalah keseharian yang diterjemahkan ke dalam bahasa matematika seperti persamaan dan lain -lain. Baru di dalamnya ada penyelesaian secara aljabar. Di Indonesia justru sebaliknya, soal matematika justru lebih mengedepankan aljabar dan hitung menghitungnya.

"Indonesia hanya fokus pada manipulasi, padahal dunia menuntut bagaimana mematematikakan dunia nyata. Anak Indonesia sangat sulit di situ. Menghitung dan aljabar biasanya jago, tetapi pada saat mematematikakan kehidupan sehari-hari mereka lemah. Sekarang zaman teknologi maju, kalkulator murah dan komputasi tidak begitu dipentingkan. Yang terpenting itu nalar," tandas Iwan.  

Selanjutnya Iwan mengemukakan, "Kita belajar matematika untuk apa. Itu yang utama. Sekarang masih dipentingkan hitung-hitungan, nalar masih minim. Semua tingkat mulai dari tingkat terendah SD sampai perguruan tinggi. Kalau begini terus, anak-anak kita tidak akan siap di abad ke 21. Kita akan kekurangan tenaga kerja yang intelek dan bernalar tinggi." 

Iwan beranggapan UN masih dirasa tidak memberi keadilan pada siswa. Karena siswa yang memperoleh fasilitas kurang baik disamaratakan dengan yang fasilitas pendidikannya sangat minim.

Orang yang tinggal di daerah seperti Papua misalnya, yang harus menempuh perjalanan dua hari untuk sampai di sekolah di uji dengan ujian yang sama dengan orang-orang yang tinggal di kota. Sialnya, kalau tidak lulus malah disalahkan. 

Dalam pendidikan memang harus ada ujian, namun harus jelas dulu ujian itu untuk apa. Bila sekadar untuk menentukan lulus atau tidak lulus dengan ujian yang berpusat ke Jawa, jelas tidak adil.

Sumber: Pengukuhan Guru Besar ITB, PR 31 Maret 2012

1 comment:

  1. informasi yang menarik..:) smoga di kehidupan kita semakin adil..! salam kenal..:)

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.