Tuesday, May 15, 2012

Pesan Terakhir Wamen ESDM

Widjajono, "Orang tidak menghemat energi, melainkan menghemat uang."


Kerapkali semasa hidupnya Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Prof Dr Widjajono Partowidagdo menyampaikan gagasan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi kepada  Prof Dr Nina Sapti Triaswati, anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang juga istri almarhum. 

Menurutnya, pembatasan BBM bersubsidi sangat diperlukan untuk mewujudkan rasa adil bagi rakyat. Saat ini pemilik mobil di Indonesia dapat dikategorikan sebagai golongan kaya yang menikmati subsidi BBM dari APBN jauh lebih besar dari golongan miskin.

Sebagai contoh, jika konsumsi BBM per mobil mencapai 200 liter/bulan, artinya negara memberikan subsidi Rp 1 juta/bulan karena subsidi yang diberikan negara kurang lebih Rp 5000/liter premium. "Sementara golongan miskin tidak menikmati subsidi sebesar itu dari negara. Dengan penghasilan Rp 300.000/bulan, hampir bisa dipastikan tidak punya mobil," ujarnya.

"Adil tidak harus berharga rendah, harga yang rendah jika berakibat lambatnya penurunan kemiskinan dan pengangguran, pengembangan infrastruktur transfortasi massal dan energi non-BBM adalah tidak adil," ucap Ketua UKP4, Kuntoro Mangkusubroto, menirukan ucapan almarhum pada diskusi "Pesan Terakhir" Wamen ESDM di Ruang Serbaguna Gedung III Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu, 9 Mei 2012. (PR, 10 Mei 2012)

BACA JUGA:
Pahami Spesifikasi Kaca Film Sebelum Membeli
Belajar Santun dari Hukum Lese Mejeste
Mengenal Sukhoi Superjet-100
Ketika Penegak Hukum Bertindak Setengah Hati
Solusi Keliru Masalah Korupsi
Mengapa Pertamax Lebih Baik dari Premium?

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.